Turnamen Indonesia Open Super Series Premier (BIOSSP) 2015, sepertinya Indonesia dipastikan takkan meraih juara pada nomor tunggal putri. Pasalnya langkah dua wakilnya, Lindaweni Fanetri dan Maria Febe Kusumastuti, sama-sama harus terhenti di babak perempatfinal, Jumat (5/6/2015).
Lindaweni gagal meneruskan perjalanannya di BIOSSP 2015 usai ditaklukkan pebulutangkis asal Thailand, Ratcanok Intanon, melalui straight set 21-7 dan 21-6. Lindaweni gagal seolah dibuat tak berdaya meladeni permainan luar biasa yang ditunjukkan Intanon.
Seharusnya, Lindaweni gagal memulai set pertama dengan tidak terlalu buruk. Ia mampu menyamai perolehan poin yang didapat sang lawan ketika memimpin 2-0 pada menit awal pertandingan. Namun, hal itu tidak dapat dilakukannya lagi, baik pada sisa set pertama mau pun di set berikutnya. Pebulutangkis 25 tahun itu seolah terlihat sangat jauh kelasnya dibanding Intanon.
Berbeda dengan Lindaweni, Maria menampilkan penampilan yang jauh lebih baik ketika berhadapan dengan wakil Jepang, Yui Hashimoto. Pemain kelahiran Boyolali itu mampu memenangkan set pertama 21-16. Akan tetapi, ia tak mampu melanjutkan keunggulan di set kedua yang berakhir dengan skor sama, untuk kemenangan Hashimoto.
Harus menyelesaikan laga dengan rubber game, tidak membuat stamina Maria terkuras. Ia terlihat begitu bersemangat menjalani set penentuan itu. Namun, perjuangan keras peraih Australian Open 2009 itu harus dibayar dengan kekecewaan lantaran kalah dengan skor akhir 20-22.
Sejauh ini, Indonesia baru mampu mengirim tiga wakilnya ke babak semifinal yakni melalui Greysia Polii (ganda putri), Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir (ganda campuran), dan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan (ganda putra). Merah Putih masih berpeluang menambahnya, mengingat masih ada beberapa wakil di perempatfinal yang belum memainkan pertandingan.
Hanya Ganda Putri Masuk Ke Perempat Final
Satu-satunya wakil Indonesia di sektor ganda putri, Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari, bersyukur bisa melanjutkan performa positif di Indonesia Open Super Series Premier 2015. Greysia/Nitya menilai persiapan matang adalah kunci kemenangan di babak perempatfinal.
Greysia/Nitya lolos ke babak semifinal usai mengalahkan ganda putri asal China, Luo Ying/Luo Yu, melalui straight game 21-15 dan 23-21. Greysia puas dengan penampilan yang ditunjukkannya dan Nitya. Menurutnya, semua itu belum tentu bisa terjadi apabila persiapan mereka tidak benar-benar matang.
“Kami bersyukur bisa melewati babak perempatfinal dengan kemenangan. Ini adalah hasil dari persiapan matang kami. Saat masuki ke lapangan, kami sudah tahu mau bermain dengan strategi seperti apa melawan mereka,” tutur Greysia saat konferensi pers usai pertandingan.
Ramainya dukungan dan teriakan yang ada di dalam arena pertandingan diakui membuatnya mudah kehilangan fokus untuk menahan kesabaran. “Kami berdua itu selalu saling mengingatkan untuk kontrol. Kontrol hati, kontrol pemikiran, dan kontrol pukulan juga. Penonton banyak yang teriak ‘Matikan! Smash!’. Kami tidak bisa ikuti seperti itu. Kalau ada kesempatan, baru deh kami ambil (smash),” tutur pemain kelahiran Jakarta itu.


