Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

Misteri Air Laut Menjadi Merah Bak Darah di Perairan Banda

by Redaksi
Juni 23, 2015
in Peristiwa
Reading Time: 2min read
air laut menjadi merah di perairan banda maluku tengah

Sumber foto : Tribunnews

0
SHARES
458
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Baru-baru ini di perairan Pulau Ai, Kepulauan Banda, Maluku Tengah, air laut setempat berubah warna menjadi merah seperti laut mati di Timur Tengah. Air laut yang semula berwarna biru gelap jika dilihat dari kejauhan, berubah seketika menjadi warna merah hati seperti darah. Fenomena ini membuat nelayan setempat takut untuk melaut, karena menurut mereka akan terjadi sesuatu.

Kejadian ini menurut tokoh masyarakat setempat baru terjadi satu kali. “Tidak ada yang berani melaut. Kami sendiri takut ke laut karena memang air lautnya seperti darah,” kata Ahmad Ali seperti dilansir laman Kompas. Warga setempat pun geger dan panik melihat fenomena alam yang terjadi di lingkungannya itu.

Apa sebenarnya yang membuat air laut berubah warna jadi merah darah?

Penyebab Air Laut Menjadi Merah

Peneliti bidang Biota Laut dari Universitas Pattimura Ambon, Samuel Khouw mengatakan kejadian di perairan Banda itu biasa disebut dengan Red Tide. “Itu fenomena alam biasa saja, itu namanya fenomena red tide atau perubahan warna air laut menjadi kemerahan,” katanya kemarin (22/6).

Fenomena Red Tide disebabkan membludaknya populasi alga merah atau jenis plankton lain di satu lokasi perairan. Menumpuknya hewan miskroskopis ini akan mempengaruhi warna air di sekitarnya. “Terlebih lagi, saat ini lagi musim timur, jadi memang populasi alga merah itu sangat banyak dan sangat berlimpah, jadinya memunculkan eutrofikasi yang berpengaruh pada perubahan air laut,” terang Samuel.

Kejadian ini menurut Samuel akan hilang dengan sendirinya, tapi tetap harus diadakan penelitian mengenai memerahnya laut di Kepulauan Ai ini. “Biasanya, nanti akan dibawa arus laut dan angin secara alami. Jadi, paling lambat, fenomena itu sudah tidak ada lagi (setelah) sepekan,” tutur Samuel.

Peneliti lain dari Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Boy Rahardjo Sidharta mengatakan, masyarakat setempat perlu mewaspadai fenomena laut merah ini, karena bisa saja, alga yang sedang terdapat di daerah perairan itu merupakan alga beracun. Boy menjelaskan ketika terjadi blooming populasi alga yang dalam 1 ml bisa berisi ribuan-jutaan sel, maka warna air akan terlihat jelas menyerupai warna kumpulan hewan bersel satu itu.

Boy mengatakan jika alga yang sedang blooming itu beracun, maka biota laut di sekitarnya akan rusak, seperti ikan-ikan bisa saja mati. Manusia yang memakan ikan mati tersebut juga bisa terserang penyakit, dan pemerintah setempat harus segera mengambil tindakan.

Tags: Laut MerahPerairan Banda
Previous Post

PSK Sampang Lihai, Mangkal Pakai Jilbab

Next Post

Pilkada Serentak, KPU Beri Waktu Golkar dan PPP Sampai Akhir Juli

Related Posts

Gunung Semeru erupsi 7 kali Senin pagi, tinggi letusan mencapai 1,1 km
Daerah

Gunung Semeru erupsi 7 kali Senin pagi, tinggi letusan mencapai 1,1 km

April 6, 2026
Gunung Dukono Maluku Utara erupsi Senin, lontarkan abu 1.000 meter
Peristiwa

Gunung Dukono Maluku Utara erupsi Senin, lontarkan abu 1.000 meter

April 6, 2026
Daerah

BPBD DKI Laporkan 5 RT Terendam Banjir Rob di Kepulauan Seribu

Januari 4, 2026
Daerah

Gubernur ajak warga jaga kerukunan beragama ciptakan Papua harmonis

Januari 4, 2026
Peristiwa

Minggu, BMKG: Cuaca berawan hingga hujan terjadi di mayoritas RI

Januari 4, 2026
Peristiwa

Program Servis Motor Gratis Polri untuk Korban Banjir Sumatra Tuai Apresiasi dari Masyarakat

Desember 30, 2025

TERKINI

PEMUDA MUSLIMIN INDONESIA CABANG JAKARTA UTARA GELAR NOBAR DAN DISKUSI FILM “PESTA BABI”: SOROTI KRISIS LINGKUNGAN DAN KEADILAN SOSIAL

Emas Antam To The Moon Rekor Rp2,8 Juta, Tapi Saham ANTM Malah Longsor 17%! Ada Apa?

Harmoni Politik: Publik Membenarkan Penjelasan Dasco Terkait Keikhlasan Istana

RUU Polri Jadi Inisiatif DPR, JAN: Momentum Emas Modernisasi Korps Bhayangkara

Kawal Gernas Migran Aman, JNPM Dukung Langkah Menteri Mukhtarudin

PKD Ansor Kabat Perkuat Wawasan Keindonesiaan dan Kebangsaan Kader Muda

TERPOPULER

PEMUDA MUSLIMIN INDONESIA CABANG JAKARTA UTARA GELAR NOBAR DAN DISKUSI FILM “PESTA BABI”: SOROTI KRISIS LINGKUNGAN DAN KEADILAN SOSIAL

Emas Antam To The Moon Rekor Rp2,8 Juta, Tapi Saham ANTM Malah Longsor 17%! Ada Apa?

Harmoni Politik: Publik Membenarkan Penjelasan Dasco Terkait Keikhlasan Istana

RUU Polri Jadi Inisiatif DPR, JAN: Momentum Emas Modernisasi Korps Bhayangkara

Kawal Gernas Migran Aman, JNPM Dukung Langkah Menteri Mukhtarudin

PKD Ansor Kabat Perkuat Wawasan Keindonesiaan dan Kebangsaan Kader Muda

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved