Baru-baru ini di perairan Pulau Ai, Kepulauan Banda, Maluku Tengah, air laut setempat berubah warna menjadi merah seperti laut mati di Timur Tengah. Air laut yang semula berwarna biru gelap jika dilihat dari kejauhan, berubah seketika menjadi warna merah hati seperti darah. Fenomena ini membuat nelayan setempat takut untuk melaut, karena menurut mereka akan terjadi sesuatu.
Kejadian ini menurut tokoh masyarakat setempat baru terjadi satu kali. “Tidak ada yang berani melaut. Kami sendiri takut ke laut karena memang air lautnya seperti darah,” kata Ahmad Ali seperti dilansir laman Kompas. Warga setempat pun geger dan panik melihat fenomena alam yang terjadi di lingkungannya itu.
Apa sebenarnya yang membuat air laut berubah warna jadi merah darah?
Penyebab Air Laut Menjadi Merah
Peneliti bidang Biota Laut dari Universitas Pattimura Ambon, Samuel Khouw mengatakan kejadian di perairan Banda itu biasa disebut dengan Red Tide. “Itu fenomena alam biasa saja, itu namanya fenomena red tide atau perubahan warna air laut menjadi kemerahan,” katanya kemarin (22/6).
Fenomena Red Tide disebabkan membludaknya populasi alga merah atau jenis plankton lain di satu lokasi perairan. Menumpuknya hewan miskroskopis ini akan mempengaruhi warna air di sekitarnya. “Terlebih lagi, saat ini lagi musim timur, jadi memang populasi alga merah itu sangat banyak dan sangat berlimpah, jadinya memunculkan eutrofikasi yang berpengaruh pada perubahan air laut,” terang Samuel.
Kejadian ini menurut Samuel akan hilang dengan sendirinya, tapi tetap harus diadakan penelitian mengenai memerahnya laut di Kepulauan Ai ini. “Biasanya, nanti akan dibawa arus laut dan angin secara alami. Jadi, paling lambat, fenomena itu sudah tidak ada lagi (setelah) sepekan,” tutur Samuel.
Peneliti lain dari Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Boy Rahardjo Sidharta mengatakan, masyarakat setempat perlu mewaspadai fenomena laut merah ini, karena bisa saja, alga yang sedang terdapat di daerah perairan itu merupakan alga beracun. Boy menjelaskan ketika terjadi blooming populasi alga yang dalam 1 ml bisa berisi ribuan-jutaan sel, maka warna air akan terlihat jelas menyerupai warna kumpulan hewan bersel satu itu.
Boy mengatakan jika alga yang sedang blooming itu beracun, maka biota laut di sekitarnya akan rusak, seperti ikan-ikan bisa saja mati. Manusia yang memakan ikan mati tersebut juga bisa terserang penyakit, dan pemerintah setempat harus segera mengambil tindakan.


