Keberadaan bisnis seks komersial belum juga sirna dari kabupaten Sampang. Kerapnya razia dari aparat diimbangi oleh para PSK dan mucikari dengan strategi tertentu. Satpol PP pun mengaku harus lebih waspada jika tidak ingin kewalahan.
Hamdani, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sampang mengungkapkan, strategi yang diracik oleh mucikari dan PSK saat ini sangat lihai dan sulit dibongkar. Mengingat transaksi mereka tidak bertatap muka akan tetapi malalui online.
“Saya mengakui memang masih ada PSK yang bergentayangan di Sampang,” kata Hamdani, Selasa (23/6/2015).
Ada tiga lokasi yang kerap dijadikan tempat mesum oleh para Pekerja Seks Komersial (PSK) di wilayahnya. Di antaranya lokasi itu berada di terminal, salon kecantikan, dan rumah kost.
“Modus yang ada diteminal itu, PSK berjilbab,” ucapnya.
Lanjut Hamdani, cara mucikari mengatur ritme transaksi dan tempat yang dijadikan esek esek saat ini sudah mulai samar, mengingat transaksi yang dilakukan via online. Oleh karena itu, kata dia, tim penyidik Satpol pp sudah menyusun strategi dan akan menurunkan tim untuk mengetahui keberadaan PSK serta mucikarinya.
“Meskipun bulan puasa, PSK asal luar kota Sampang dipastikan belum pulang ke kampung halamannya,” terangnya.
Dalam waktu dekat ini, masih kata Hamdani, selaku penegak Peraturan Daerah (Perda) pihaknya akan segara melakukan razia ke salon kencantikan, rumah kos dan hotel yang ada di kota Bahari. Dalam pengerebekan itu, pihaknya akan menurunkan tim penuh yang akan disebar ke beberapa titik. (sumber : BeritaJatim)


