Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

Konflik AS-Kuba Akhirnya Selesai Setelah Berseteru Selama 54 Tahun

by Redaksi
Juli 3, 2015
in Luar Negeri
Reading Time: 2min read
Konflik AS-Kuba berakhir dengan kesepakatan membuka kedutaan di masing-masing negara
0
SHARES
87
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Washington dan Havana sepakat untuk membuka kembali kedutaan masing-masing setelah putusnya hubungan diplomatik keduanya tahun 1961. Di bawah kesepakatan ini maka kedutaan besar kedua negara di masing-masing ibu kota akan dibuka pada 20 Juli mendatang, hal ini dalam rangka pemulihan secara penuh hubungan diplomatik kedua negara yang berseteru sejak era Perang Dingin.

Presiden Dwight Eisenhower menutup kedutaan besar AS di Havana pada 3 Januari 1961 setelah Fidel Castro berkuasa dan mempererat hubungan negeri itu dengan Uni Soviet. Penutupan kedutaan besar ini seakan meramalkan sebuah masa-masa genting hubungan AS-Kuba yang diwarnai invasi yang gagal di Teluk Babi serta krisis misil nuklir Kuba.

Kesepakatan ini menjadi langkah yang disebut Presiden Amerika Serikat Barack Obama, sebagai “langkah maju yang bersejarah” dan “babak baru” dalam hubungan AS dan Amerika Latin. Obama juga mengatakan bahwa langkah tersebut mencerminkan warga AS dan Kuba tidak lagi ‘dipenjara oleh masa lalu’. “Warga Amerika dan Kuba sama-sama siap untuk melangkah maju,” tutur Obama.

Sebagai cermin dari semangat atas langkah yang penting ini, pidato Presiden Obama saat mengumumkan pembukaan kedutaan disiarkan langsung oleh stasiun TV Kuba. Setelah pembekuan hubungan awal 1960-an lalu, kedua negara mencapai kesepakatan untuk memulai perundingan pada akhir tahun 2014.

Bulan April tahun ini, Presiden Obama dan pemimpin Kuba Raul Castro, untuk pertama kali melakukan pertemuan resmi. Sebulan setelah pertemuan, Amerika Serikat kemudian mencabut Kuba dari daftar negara yang mendukung terorisme.

Walau sudah ada hubungan transportasi antara kedua negara, warga negara Amerika Serikat masih tetap dilarang untuk bepergian ke Kuba. Dan Kuba juga masih menjadi sasaran embargo perdagangan yang diterapkan sejak tahun 1962 lalu walau Presiden Obama sudah mendesak Kongres untuk mencabutnya.

Presiden Obama menyatakan kebijakan lama untuk mengisolasi Kuba yang komunis telah gagal dan kebijakan itu merupakan sisa-sisa era lama yang sudah hilang. Obama juga menolak untuk tetap mempertahankan kebijakan yang tak bisa dijalankan dan menyerukan agar Kongres yang dikuasai Partai Republik menghentikan embargo ekonomi AS terhadap Kuba yang sudah diberlakukan sejak 1962.

“Butuh waktu lama bagi kita untuk menyadari bahwa pendekatan ini tak berhasil. Kebijakan ini tak berhasil selama 50 tahun. Kebijakan itu merusak masa depan Kuba dan hanya membuat kehidupan rakyat Kuba semakin sengsara,” ujar Obama.

Setelah 18 bulan pembicaraan rahasia antara Havana dan Washington, yang ditengahi Vatikan, pada Desember tahun lalu kedua negara sepakat untuk memulai hubungan baru yang lebih hangat. (Syaifulloh Amir / AP)

Tags: Amerika SerikatKubaObama
Previous Post

Presiden FIFA: Saya Tidak Korupsi & Pasti Masuk Surga

Next Post

ISIS Rekrut Anggota Taliban, Perdamaian Afganistan Terancam

Related Posts

Wapres AS JD Vance Tiba di Pakistan, Mulai Nego Damai dengan Iran
Luar Negeri

Wapres AS JD Vance Tiba di Pakistan, Mulai Nego Damai dengan Iran

April 11, 2026
Warning OPEC+: Aset Energi yang Rusak Bakal Berdampak Panjang
Luar Negeri

Warning OPEC+: Aset Energi yang Rusak Bakal Berdampak Panjang

April 6, 2026
Daftar Negara yang Tankernya Direstui Iran Menembus Selat Hormuz
Luar Negeri

Daftar Negara yang Tankernya Direstui Iran Menembus Selat Hormuz

April 6, 2026
Heboh Netanyahu Diisukan Meninggal
Luar Negeri

Heboh Netanyahu Diisukan Meninggal

Maret 16, 2026
Luar Negeri

787 Orang Tewas dalam Serangan AS-Israel ke Iran, Konflik Meluas ke 153 Wilayah

Maret 4, 2026
Luar Negeri

Krisis Iran Ganggu Selat Hormuz, Harga Minyak Melonjak Tajam

Maret 2, 2026

TERKINI

Menjaga Marwah Ibadah: Pemuda Muslimin Jakarta Utara mendukung usulan Kemenimipas Percepatan Satgas Haji Non-Prosedural

Antusiasme Publik Tinggi, Satgas Haji Polri Diminta Tanpa Ampun Sikat Travel Nakal dan Visa Palsu

Optimisme Pengelolaan Sampah: JAMMA Dukung Transformasi Hilirisasi Gubernur Pramono

Merajut Kembali Persaudaraan Bangsa: Mengapa Dialog Lebih Utama dalam Kasus Jusuf Kalla?

Musyawarah Pimpinan Kecamatan Golkar Purwoharjo Perkuat Konsolidasi dan Arah Strategi Pemenangan

Musyawarah Pimpinan Kecamatan Golkar Singojuruh Perkuat Konsolidasi dan Semangat Kader Golkar

TERPOPULER

Menjaga Marwah Ibadah: Pemuda Muslimin Jakarta Utara mendukung usulan Kemenimipas Percepatan Satgas Haji Non-Prosedural

Antusiasme Publik Tinggi, Satgas Haji Polri Diminta Tanpa Ampun Sikat Travel Nakal dan Visa Palsu

Optimisme Pengelolaan Sampah: JAMMA Dukung Transformasi Hilirisasi Gubernur Pramono

Merajut Kembali Persaudaraan Bangsa: Mengapa Dialog Lebih Utama dalam Kasus Jusuf Kalla?

Musyawarah Pimpinan Kecamatan Golkar Purwoharjo Perkuat Konsolidasi dan Arah Strategi Pemenangan

Musyawarah Pimpinan Kecamatan Golkar Singojuruh Perkuat Konsolidasi dan Semangat Kader Golkar

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved