Insiden pembakaran masjid di Papua tepatnya di Kaburaga, Tolikara yang dilakukan oleh sekelompok oknum massa dari Gereja Injili di Indonesia (GIDI) pada Jum’at (17/7) lalu memberikan dampak kepada Kapolres Tolikara Kapolres Tolikara AKBP Suroso. Saat ini ia tidak lagi memimpin Polres setempat. Insiden yang terjadi tepat di hari besar umat muslim, hari raya Idul Fitri itu melukai rasa toleransi antar umat beragama yang telah terjaga dengan baik.
“AKBP Suroso tidak gagal dalam melaksanakan tugas sehingga dipercayakan menduduki jabatan baru,” kata Wakapolda Papua Brigjen Pol Rudolf Roja. Suroso digantikan oleh AKBP Musa Korwa. Sertijab (Serah Terima Jabatan) sendiri dilakukan di di Aula Rastra Samara Polda Papua di Jayapura pada Senin (27/7/2015) dan langsung dipimpin Rudolf Roja. Sejumlah petinggi Polda Papua menyaksikan acara tersebut.
Pembakaran Masjid di Papua
Peristiwa pembakaran masjid di Papua tersebut terjadi karena kelompok GIDI juga sedang mengadakan acara yang jaraknya tidak jauh dengan pelaksanaan sholat Idul Fitri yang dilakukan muslim Papua pada hari itu. Massa dari GIDI kemudian melempari dan membubarkan ibadah umat muslim tersebut. Massa GIDI melempari jamaah sholat ied sehingga terjadi kekacauan di lokasi. Polisi kemudian berusaha menghentikan tindakan intoleran tersebut dan kemudian mengeluarkan tembakan peringatan.
Pada kejadian itu masjid Baitul Muttaqin yang dijadikan sarana ibadah umat muslim Tolikara dibakar dan hancur. Selain itu kios-kios di sekitar lokasi juga ikut terbakar. Saat ini di media sosial banyak gerakan penggalangan dana untuk membangun kembali masjid dan semua yang dibakar pada kerusuhan itu. Polisi sendiri sudah menetapkan dua tersangka hingga saat ini, namun masyarakat masih menuntut aktor intelektual yang memicu pembakaran masjid di Papua itu diusut hingga tuntas agar kejadian serupa tidak lagi terjadi di lain waktu dan lain tempat.


