Kehadiran Ojek online yang saat ini digarap oleh perusahaan Go-Jek dan Grabbike rupanya dianggap sebagai ancaman bagi para pelaku ojek konvensional. Kehadiran ojek online yang bisa kita jumpai berseliweran di jalanan kota-kota besar di Indonesia ini rupanya mendapat reaksi yang cukup keras dari para pengojek pangkalan.
Penolakan terhadap kehadiran Go-Jek dan Grabbike bisa dilihat dari banyaknya spanduk-spanduk yang terpasang di beberapa tempat ojek pangkalan. Spanduk itu berisi pernyataan tegas menolak kehadian ojek online di daerah mereka. Driver Go-Jek dan Grabbike tidak boleh menaik atau turunkan penumpang di tempat usaha ojek-ojek pangkalan. Selain itu kabar miris juga beredar di dunia maya bahwa driver Go-Jek sudah ada yang kena ancaman baik psikis maupun kekerasan fisik dari pengojek pangkalan di beberapa titik lokasi.
Menghadapi fenomena ini Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Tito Karnavian mengancam akan menindak dengan tegas siapa saja yang melakukan tindakan kekerasan baik yang menyerang mental atau fisik driver Go-Jek. “Siapa yang melakukan penganiayaan pasti kami tangkap. Sambil diberi pemahaman kepada sesama pengemudi ojek ini,” katanya di Polda Metro Jaya, Senin (27/7).
Persaingan Ojek Pangkalan dengan Ojek Online
Tito juga menghimbau kepada ojek pengkalan agar tidak merasa tersaingi oleh kehadiran Go-Jek. Ia melihat dua tipe penyedia layanan ojek ini tetap memiliki pangsa pasarnya sendiri. Jika segmentasi konsumennya berbeda seharusnya tidak terjadi persaingan antara ojek konvensional maupun ojek-ojek online. Ojek pangkalan menurut Tito memiliki konsumen kalangan bawah, sedangkan Go-Jek dan Grabbike memiliki segmentasi pasar kalangan menengah.
Bagi yang tidak memiliki Android dan hanya butuh transportasi antar komplek atau di dalam perkampungan tentu mereka tidak akan menggunakan jasa ojek online melainkan memilih menggunakan jasa ojek pangkalan, begitu juga sebaliknya. Para pekerja yang berkantor di lokasi-lokasi strategis tentu lebih memilih menggunakan Go-Jek atau Grabbike karena lebih efesien dari segi harga yang pasti dan bisa dibooking lewat layanan yang terdapat di telpon genggam mereka.
Sementara itu Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat juga mengharapkan jika terjadi persaingan bisnis, sebaiknya dilakukan dengan cara-cara yang sehat, bukan dengan jalan kekerasan.






