Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

Menakar Langkah Achmad Muchtasyar di Tengah ‘Sengatan’ Moody’s dan Kritik BPK terhadap Pelindo

by Visioner Indonesia
April 11, 2026
in BUMN
Reading Time: 3min read
Menakar Langkah Achmad Muchtasyar di Tengah ‘Sengatan’ Moody’s dan Kritik BPK terhadap Pelindo
0
SHARES
14
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA – Awal tahun 2026 menjadi periode ujian berat bagi PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo. Belum genap sebulan nakhoda baru, Achmad Muchtasyar, menduduki kursi Direktur Utama, perusahaan pengelola pelabuhan nasional ini langsung dihujani kritik tajam dari berbagai lini, mulai dari lembaga pemeringkat internasional hingga audit negara atas beban pekerjaan rumah dari periode sebelumnya.

Sorotan paling keras datang dari Moody’s Ratings yang mengubah outlook Pelindo dari stabil menjadi negatif pada Februari 2026. Di dalam negeri, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) juga memberikan catatan tebal terkait efektivitas investasi pada sejumlah Proyek Strategis Nasional (PSN). Proyek raksasa seperti Pelabuhan Kijing yang menelan investasi hingga Rp 5 triliun dan Pelabuhan Kuala Tanjung dianggap belum memberikan imbal balik (return) optimal terhadap laba konsolidasi pasca-merger, sehingga membebani neraca keuangan perusahaan.

Direktur Gagas Nusantara, Romadhon, menilai bahwa tekanan yang dialami Pelindo saat ini adalah konsekuensi logis dari fase transisi besar menuju integrasi logistik yang lebih mapan. Menurutnya, kritik dari lembaga internasional maupun audit negara merupakan instrumen kendali agar manajemen baru tidak kehilangan arah dalam mengelola aset strategis negara. “Kritik ini harus dibaca sebagai navigasi penting bagi Dirut baru untuk memetakan kembali skala prioritas investasi agar tidak menjadi beban finansial jangka panjang,” ujar Romadhon saat dihubungi, Sabtu (11/4).

Di sisi lain, anggota legislatif di Komisi VI DPR RI juga sempat mempertanyakan realisasi efisiensi merger yang dinilai belum signifikan mendongkrak laba secara drastis dibandingkan era pra-2021. Hal ini menjadi tantangan besar bagi Achmad Muchtasyar untuk membuktikan bahwa penyatuan Pelindo bukan sekadar konsolidasi administratif, melainkan transformasi nilai tambah yang nyata bagi efisiensi logistik nasional.

Romadhon berpendapat, publik perlu melihat Pelindo secara helikopter sebagai infrastruktur dasar atau ‘vitamin‘ bagi ekonomi nasional, bukan sekadar entitas pencari profit jangka pendek. Ia menekankan bahwa pembangunan pelabuhan di wilayah strategis baru seringkali membutuhkan waktu inkubasi yang panjang untuk menciptakan ekosistem industri di sekitarnya. “Pelindo adalah tulang punggung distribusi, maka dukungan terhadap stabilitas manajemen baru menjadi krusial agar arus logistik nasional tidak ikut goyah akibat sentimen negatif pasar,” jelas Romadhon.

Secara operasional, data menunjukkan adanya pertumbuhan arus peti kemas sebesar 5 persen pada tahun 2025, yang didorong oleh geliat ekonomi di kawasan IKN. Pencapaian ini dianggap sebagai modal kuat bagi Muchtasyar untuk melakukan renegosiasi kepercayaan dengan para pemangku kepentingan global dan membuktikan keandalan layanan pelabuhan Indonesia.

Terkait perubahan outlook dari Moody’s, Romadhon melihat hal tersebut lebih dipicu oleh faktor eksternal kebijakan makro pemerintah terkait dana abadi Danantara, ketimbang performa internal Pelindo sendiri. Ia menyarankan manajemen untuk lebih proaktif menjelaskan mitigasi risiko dan independensi keuangan kepada investor agar spekulasi tidak liar berkembang. “Kepastian tata kelola di bawah pimpinan baru akan menjadi jawaban paling elegan untuk meredam kekhawatiran lembaga pemeringkat terhadap kemandirian keuangan perusahaan,” kata Romadhon.

Kini, beban pembuktian ada di tangan Achmad Muchtasyar untuk mengoptimalisasi “aset tidur” warisan manajemen sebelumnya. Dengan latar belakang teknokrat yang kuat, ia diharapkan mampu menyinkronkan antara target laba yang diminta DPR dengan fungsi pembangunan yang diamanatkan pemerintah melalui PSN yang sedang berjalan.

Sebagai penutup, Romadhon mengingatkan bahwa kritik keras di awal tahun ini justru merupakan momentum bagi Pelindo untuk melakukan penguatan struktur dan pembenahan internal. Ia mengajak semua pihak untuk tetap objektif dalam mengawal kinerja BUMN pelabuhan ini demi kepentingan daya saing logistik Indonesia di mata internasional. “Mari tempatkan Pelindo sebagai aset yang harus dijaga bersama, karena keberhasilan manajemen baru dalam melewati badai kritik ini adalah kemenangan bagi ekosistem maritim kita,” pungkas Romadhon.

Previous Post

Pemuda Muslimin Jakut Apresiasi Kinerja Kemenimipas: Langkah Nyata Atasi Overcapacity dan Berantas Narkoba di Lapas

Next Post

Kelangkaan BBM Akibat Perang Iran Ancam Produksi Beras di Asean

Related Posts

Gagas Nusantara Imbau Publik Tak Terprovokasi Hoaks Pembatasan BBM
BUMN

Gagas Nusantara Imbau Publik Tak Terprovokasi Hoaks Pembatasan BBM

Mei 22, 2026
Harga Emas Turun, Dibanderol Rp3,122 Juta per Gram
BUMN

Emas Antam To The Moon Rekor Rp2,8 Juta, Tapi Saham ANTM Malah Longsor 17%! Ada Apa?

Mei 21, 2026
1,2 Juta Barel Minyak dari Tanker Iran Sitaan RI Dilelang Rp879 M
BUMN

1,2 Juta Barel Minyak dari Tanker Iran Sitaan RI Dilelang Rp879 M

April 27, 2026
Sistem Kelistrikan Jakarta Pulih, PLN Investigasi Penyebab
BUMN

Sistem Kelistrikan Jakarta Pulih, PLN Investigasi Penyebab

April 24, 2026
Komisi VI DPR RI Soroti Keandalan Listrik PLN di Jakarta
BUMN

Komisi VI DPR RI Soroti Keandalan Listrik PLN di Jakarta

April 24, 2026
BP BUMN kawal pertumbuhan ekonomi yang fundamental dan inklusif
BUMN

BP BUMN kawal pertumbuhan ekonomi yang fundamental dan inklusif

April 24, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

Polemik Pernyataan Wamentan soal Petani Happy, Publik Diminta Baca Utuh Konteksnya

Yeka Hendra Fatika Ombusdman jadi Tersangka Perintangan Penyidikan Korupsi

Airlangga Pastikan Tekanan Rupiah Terkendali, Beda 2004-2014

Masyarakat Sumatera Mulai Rasakan Percepatan Pemulihan, Dasco Terus Kawal Satgas

Penguatan Kapasitas Akademik Universitas Dr. Soekarjo Banyuwangi Perkuat Kepemimpinan dan Tata Kelola Institusi

Dasco di Manado: Menjaga Soliditas, Merawat Stabilitas

TERPOPULER

Polemik Pernyataan Wamentan soal Petani Happy, Publik Diminta Baca Utuh Konteksnya

Yeka Hendra Fatika Ombusdman jadi Tersangka Perintangan Penyidikan Korupsi

Airlangga Pastikan Tekanan Rupiah Terkendali, Beda 2004-2014

Masyarakat Sumatera Mulai Rasakan Percepatan Pemulihan, Dasco Terus Kawal Satgas

Penguatan Kapasitas Akademik Universitas Dr. Soekarjo Banyuwangi Perkuat Kepemimpinan dan Tata Kelola Institusi

Dasco di Manado: Menjaga Soliditas, Merawat Stabilitas

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved