Jakarta – PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) merilis kinerja produksi dan penjualan komoditas utama sepanjang kuartal II-2026 dan semester I-2026. Secara keseluruhan, perusahaan tambang pelat merah ini mencatatkan pertumbuhan pada produksi emas dan penjualan feronikel, sementara produksi bijih nikel dan feronikel menunjukkan tren yang bervariasi.
Manajemen Antam menyampaikan bahwa komitmen perusahaan untuk terus menghadirkan produk logam mulia yang berkualitas dan terpercaya tetap menjadi prioritas. “Antam terus menghadirkan produk logam mulia yang berkualitas, terpercaya, dan semakin mudah diakses masyarakat melalui kerja sama dengan mitra strategis domestik,” papar manajemen Antam dalam keterangan resmi yang dikutip pada Sabtu (1/8/2026).
Direktur Gagas Nusantara, Romadhon Jasn, menilai kinerja Antam di kuartal II-2026 menunjukkan fundamental yang solid di tengah dinamika pasar global. “Kenaikan produksi emas 12 persen dan lonjakan penjualan feronikel 420 persen adalah pencapaian yang patut diapresiasi. Ini membuktikan Antam mampu menjaga performa di tengah tantangan,” ujar Romadhon di Jakarta, Senin (3/8/2026).
Pada periode kuartal II-2026, produksi emas dari tambang perusahaan tercatat mencapai 232 kg, meningkat 12% dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang sebesar 208 kg. Antam terus mengembangkan produk layanan dan kanal distribusi untuk meningkatkan pengalaman pelanggan, memperluas jangkauan pasar, serta menjaga daya saing bisnis emas. Kerja sama dengan mitra strategis domestik juga mendukung penguatan ekosistem industri emas nasional serta peningkatan pemanfaatan sumber bahan baku emas domestik.
Seiring dengan upaya optimalisasi kegiatan penambangan dan pengelolaan operasional, produksi bijih nikel Antam pada kuartal II-2026 tercatat sebesar 3,90 juta wet metric ton (wmt). Capaian ini mendorong total produksi bijih nikel Antam pada semester I-2026 mencapai 7,78 juta wmt. Pada periode yang sama, Antam membukukan penjualan bijih nikel sebesar 3,37 juta wmt, dengan total penjualan semester I-2026 mencapai 6,77 juta wmt. Seluruh penjualan bijih nikel dialokasikan untuk pasar domestik, baik untuk memenuhi kebutuhan internal sebagai bahan baku pabrik feronikel Antam maupun untuk penjualan kepada pihak ketiga, khususnya untuk kebutuhan smelter nikel domestik.
Strategi ini sejalan dengan komitmen perusahaan dalam mendukung penguatan ekosistem hilirisasi mineral nasional melalui penyediaan pasokan bahan baku yang andal dan berkelanjutan. Sementara itu, produksi feronikel Antam pada kuartal II-2026 tercatat sebesar 3.813 ton nikel dalam feronikel (TNi). Secara kumulatif, produksi feronikel Antam pada semester I-2026 mencapai 7.788 TNi. Antam juga melaksanakan kegiatan pemeliharaan fasilitas produksi secara terencana untuk mendukung pengelolaan operasi feronikel.
Dari sisi penjualan, Antam mencatatkan volume penjualan feronikel sebesar 4.802 TNi pada kuartal II-2026, meningkat 420% dibandingkan penjualan pada kuartal II-2025 yang sebesar 924 TNi. Secara kumulatif, penjualan feronikel pada semester I-2026 tercatat sebesar 7.605 TNi, meningkat 32% dibandingkan penjualan pada semester I-2025 yang sebesar 5.763 TNi.
Romadhon menambahkan bahwa strategi Antam mengalokasikan seluruh penjualan bijih nikel untuk pasar domestik adalah langkah tepat mendukung hilirisasi. “Ini sejalan dengan kebijakan pemerintah dan memperkuat ekosistem industri nikel nasional. Antam tidak hanya mengejar ekspor, tapi membangun fondasi industri dalam negeri,” jelasnya.
Gagas Nusantara menilai prospek Antam ke depan masih cerah. Dengan dukungan program hilirisasi dan harga emas yang masih stabil, Antam dinilai memiliki ruang pertumbuhan yang baik. “Kami optimis Antam akan terus mencatatkan kinerja positif. Dukungan terhadap produk dalam negeri dan ekosistem hilirisasi harus terus diperkuat,” tutup Romadhon.






