INDONESIA VISIONER, Sidoarjo – Kapolres Sidoarjo, AKBP Muhammad Anwar Nasir memberikan pengarahan ke ratusan anggota Babinkamtibmas, Puldata Pulbaket, Reskrim dan jajaran Polsek di Pendopo Delta Wibawa, Jumat (05/08/2016).
Dalam arahannya, Kapolres menekankan pada perlunya upaya pencegahan terhadap segala bentuk potensi konflik sosial yang kemungkinan bisa terjadi di tengah-tengah warga kota Delta.
“Semua anggota harus mengutamakan fungsi preventif (pencegahan) dan lebih jeli dalam melihat semua potensi konflik. Harus ada deteksi dini terhadap semua aksi dan konflik,” terang AKBP Muhammad Anwar Nasir pada jajarannya.
Oleh karenanya, kata mantan Kapolres Nganjuk ini, Babinkamtibmas harus dihidupkan kembali dan menjadi motor penggerak tiga pilar di desa. Yakni Babinkamtibmas (Polri), Babinsa (TNI) dan Kades (Sipil) di masing-masing. Hal tersebut penting untuk menjalin kerjasama antar steackholder demi mencegah semua potensi konflik.
“Potensi konflik tidak bisa diselesaikan sendiri. Semua steackholder harus dirangkul. Karena ada beberapa potensi konflik rumah dan tempat ibadah di Sidoarjo jangan sampai berkembang menjadi isu SARA,” imbuhnya.
Beruntung potensi konflik itu, lanjut Anwar, sudah bisa diredam. Bahkan potensi itu sudah dibahasa di tingkatan Forkopimda Sidoarjo. Selain itu, ada kedewasaan masyarakat Sidoarjo dalam bertoleransi beragama.
“Tapi, tetap harus ada tindak lanjutnya. Kalau potensi konflik itu dibiarkan, sangat mungkin meletus seperti di daerah lain. Makanya harus dimaintenance,” tegasnya.
Sementara itu, cara paling efektif mencegah konflik sosial, adalah dengan membina kedekatan antar semua pihak. Hal itu, agar terjadi hubungan dan komunikasi yang baik. “Kuncinya di sambung silaturrahmi. Kunci utamanya di komunikasi,” paparnya.
Rencananya, pengarahan seperti itu bakal digelar secara berkala. “Tujuannya, merefresh kembali kemampuan dan kepekaan semua anggota,” pungkasnya.(SKM-VIS)






