Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

Dari Warga untuk Jakarta: Kolaborasi Mewujudkan Kota Global yang Berkeadilan

by Visioner Indonesia
Agustus 6, 2025
in Daerah
Reading Time: 3min read
0
SHARES
47
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, 5 Agustus 2025 — Upaya menjadikan Jakarta sebagai kota global mendapat dukungan luas dari parlemen daerah, pakar tata kota, hingga elemen masyarakat. Dalam diskusi publik bertajuk “Bersama Membangun Jakarta: Kota Global yang Tidak Meninggalkan Rakyatnya”, yang digelar pada Selasa, 5 Agustus 2025 di Gedung Juang, Jakarta Pusat, para narasumber menyampaikan pentingnya pembangunan kota yang seimbang antara kemajuan fisik dan keadilan sosial.

Wa Ode Herlina, anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan, menyampaikan apresiasinya terhadap peran aktif generasi muda Madura di Jakarta melalui JAMMA (Jaringan Masyarakat Madura Jakarta). Menurutnya, langkah konkret seperti ini sangat penting dalam mendorong Jakarta menjadi kota global yang berpijak pada akar budayanya.

“Kami di DPRD akan terus mengawal program-program Gubernur, khususnya dalam hal pengentasan kemiskinan dan peningkatan kualitas permukiman rakyat. Proyek-proyek pembangunan tidak boleh mengabaikan aspek sosial dan lingkungan,” ujarnya. Ia juga mengingatkan pentingnya memperkuat identitas Jakarta di tengah arus globalisasi. “Kota global harus jadi rumah yang nyaman bagi semua etnis dan agama.”

Sementara itu, Kevin Wu, anggota DPRD DKI dari Fraksi PSI, menegaskan bahwa Jakarta memiliki segala syarat untuk menjadi kota global, mulai dari potensi ekonomi, keberagaman budaya, hingga infrastruktur yang terus berkembang. “Tantangannya kini ada pada tata kelola. Kota global bukan sekadar gedung pencakar langit, tapi juga harus menjadi hub bagi interaksi budaya dan ekonomi dunia,” katanya.

Kevin juga menekankan pentingnya partisipasi aktif generasi muda. “Keterlibatan publik sangat menentukan. Generasi kalian harus jadi motor perubahan, memberi kontribusi nyata dalam visi besar ini,” tambahnya.

Nirwono Joga, pengamat tata kota, menggarisbawahi bahwa pembangunan kota global harus mengacu pada standar internasional. Ia menyebut bahwa fokus Gubernur Pramono Anung pada pembenahan transportasi dan infrastruktur adalah langkah awal yang strategis. “Namun prinsipnya harus tetap mengedepankan 3M: Mudah, Murah, dan Meriah,” ujarnya.

Nirwono juga mengajak JAMMA agar mendorong agenda komunitas, seperti pameran budaya Madura atau kegiatan berbasis kearifan lokal lainnya. “Kota global tidak akan berarti tanpa identitas yang hidup dan menyatu di tengah masyarakat,” ungkapnya.

Dalam diskusi tersebut, JAMMA menegaskan komitmennya untuk terus menjadi jembatan antara warga dan pemerintah. “Jakarta harus jadi kota yang inklusif, bukan hanya untuk investor dan turis, tapi juga untuk warga di gang-gang sempit,” ujar Edi Homaidi, Ketua Umum JAMMA. Ia menyampaikan bahwa pembangunan Jakarta sebagai kota global harus menyentuh kehidupan nyata rakyat, mulai dari transportasi yang terjangkau hingga hunian yang layak.

Edi juga mendorong kolaborasi yang lebih erat antara DPRD, pemerintah kota, dan komunitas warga. “Jangan hanya bangun dari atas ke bawah. Kita ingin partisipasi warga diperkuat dari bawah ke atas,” tegasnya.

Melalui forum ini, para peserta diskusi sepakat bahwa Jakarta ke depan harus dibangun dengan pendekatan kolaboratif dan tidak melupakan jati diri serta nilai-nilai kebersamaan yang telah lama menjadi kekuatan utama ibu kota.

Hasil dan Rekomendasi Diskusi:

Dalam sesi penutup, peserta menyampaikan lima poin rekomendasi untuk Gubernur DKI Jakarta, sebagai berikut:
1. Penguatan Anggaran Sosial: Memastikan program pengentasan kemiskinan dan perbaikan permukiman tetap menjadi prioritas utama dalam APBD, tanpa dikalahkan oleh proyek-proyek berorientasi estetika semata.
2. Identitas Jakarta: Mendorong pembangunan kota global yang berakar pada keragaman budaya lokal. Jakarta tidak boleh kehilangan identitas dalam proses globalisasi.
3. Partisipasi Komunitas: Memperluas pelibatan warga dan komunitas dalam proses perencanaan dan evaluasi pembangunan, termasuk melalui forum RW/RT, lembaga adat, dan kelompok pemuda.
4. Infrastruktur Berkeadilan: Memastikan proyek infrastruktur besar (transportasi, taman kota, digitalisasi layanan) berdampak langsung ke kawasan padat dan kelompok masyarakat rentan.
5. Agenda Budaya Inklusif: Mendorong pelaksanaan festival dan pameran budaya dari berbagai etnis sebagai bagian dari narasi kota global yang menghargai keberagaman.

Dengan diskusi ini, JAMMA dan seluruh peserta berharap Gubernur Pramono Anung dapat terus mendengar suara masyarakat akar rumput. Jakarta yang global harus tetap menjadi Jakarta milik semua orang.

Previous Post

Mengaku Miliki Alat Bukti Kuat, Harda Belly akan Laporkan Kembali Dugaan Ijazah Palsu Wagub Sumsel

Next Post

Desak Kejagung Supervisi Kasus Korupsi BSPS Sumenep, Minta Tersangkakan Sejumlah Pejabat Pemkab Sumenep

Related Posts

Kemhut Sita Kembali 1.875 Hektare Hutan Ilegal di Bengkulu
Daerah

Kemhut Sita Kembali 1.875 Hektare Hutan Ilegal di Bengkulu

Maret 18, 2026
Kasus Anton Timbang, Visioner Indonesia Desak Media Jaga Akurasi Berita
Daerah

Kasus Anton Timbang, Visioner Indonesia Desak Media Jaga Akurasi Berita

Maret 17, 2026
Sentuhan Humanis Brimob NTT: Menabur Kedamaian di Balik Seragam Loreng
Daerah

Sentuhan Humanis Brimob NTT: Menabur Kedamaian di Balik Seragam Loreng

Maret 15, 2026
Daerah

Tanam Pohon di Bulan Ramadan, Polisi dan Santri Bersinergi

Maret 4, 2026
Daerah

KMS Desak Gubernur Copot Plt KUPTD Pelabuhan Amolengu

Februari 18, 2026
Daerah

Kemanusiaan di Jalur Lintas Sumatra: Sinergi Polri dan DPR RI Pulihkan Martabat Pengungsi

Februari 16, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

1 April 2026 Tidak Ada Perubahan Harga BBM di SPBU Pertamina

Silaturahmi Eks Pengurus Besar HMI dengan Kapolres Situbondo

Tetangga Naik, BBM RI Tetap Stabil: Apa Rahasianya?

Bandara Soekarno-Hatta Tembus 10 Besar Dunia, Pemuda Muslimin Jakarta Utara Apresiasi Terobosan Kemenimipas

Lapor ke Prabowo Soal Anggaran, Purbaya Pastikan APBN Aman

Prabowo Soroti Budaya Asal Bapak Senang di Pemerintahannya

TERPOPULER

1 April 2026 Tidak Ada Perubahan Harga BBM di SPBU Pertamina

Silaturahmi Eks Pengurus Besar HMI dengan Kapolres Situbondo

Tetangga Naik, BBM RI Tetap Stabil: Apa Rahasianya?

Bandara Soekarno-Hatta Tembus 10 Besar Dunia, Pemuda Muslimin Jakarta Utara Apresiasi Terobosan Kemenimipas

Lapor ke Prabowo Soal Anggaran, Purbaya Pastikan APBN Aman

Prabowo Soroti Budaya Asal Bapak Senang di Pemerintahannya

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved