Ambon, 23 Agustus 2026 – Persatuan Dokter Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) Wilayah Maluku bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon memperkuat kolaborasi untuk menekan angka stunting di Kota Ambon. Kerja sama ini diwujudkan melalui berbagai program promotif dan preventif yang menargetkan kesehatan ibu dan anak sejak masa kehamilan .
Aksi Kolaboratif di Puskesmas Rumah Tiga
Langkah nyata kolaborasi ini ditunjukkan melalui kegiatan pemeriksaan dan intervensi kesehatan bagi ibu hamil yang digelar POGI bersama PT Pegadaian di Puskesmas Rumah Tiga, Kota Ambon, pada Jumat (21/8) . Kegiatan ini merupakan bagian dari program Merdeka Stunting yang menyasar para ibu hamil dengan intervensi gizi dan edukasi kesehatan .
Kepala Dinas Kesehatan Kota Ambon, Johan Stefanus Norimarna, memberikan apresiasi tinggi terhadap sinergi ini. Ia menegaskan bahwa stunting merupakan persoalan kompleks yang tidak dapat diselesaikan oleh pemerintah sendirian. Kolaborasi dengan POGI sebagai organisasi profesi medis memberikan penguatan substansial, baik dalam pendampingan klinis maupun edukasi langsung kepada masyarakat .
Fokus pada Seribu Hari Pertama Kehidupan
Ketua POGI Wilayah Maluku, dr. Janne Pattiasina, Sp.OG, menjelaskan bahwa pencegahan stunting membutuhkan keterlibatan seluruh pihak. “Stunting ini bukan hanya tugas pemerintah, tetapi menjadi tugas kita semua. POGI juga memiliki tanggung jawab untuk ikut membantu pemerintah dalam upaya pencegahan dan penanganan stunting,” ujarnya .
Menurutnya, keterlibatan POGI akan terus diarahkan pada upaya promotif dan preventif, terutama melalui peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan ibu dan anak. Janne menekankan bahwa pencegahan stunting perlu dilakukan sejak sebelum kehamilan, selama masa kehamilan, hingga periode 1.000 hari pertama kehidupan anak .
Edukasi dan Pentingnya Kolaborasi Berkelanjutan
Kepala Dinas Kesehatan Kota Ambon mengingatkan para ibu hamil dan keluarga agar tidak menganggap remeh kecukupan nutrisi dasar, khususnya energi dan protein. Meski suplemen dan vitamin penting, asupan pangan bergizi seimbang dari makanan sehari-hari tetap menjadi fondasi utama .
Janne menilai, kolaborasi antara POGI, Pemkot Ambon, Dinas Kesehatan, fasilitas pelayanan kesehatan, pihak swasta, serta masyarakat perlu terus diperkuat agar berbagai program pencegahan stunting dapat berjalan secara berkelanjutan. “Dengan adanya dukungan dari POGI dan seluruh pihak yang terlibat, kita berharap angka stunting di Kota Ambon dapat terus ditekan,” ujarnya .
POGI Wilayah Maluku, kata Janne, akan terus membuka ruang kolaborasi dengan pemerintah daerah maupun pihak swasta untuk mendukung program kesehatan ibu dan anak, termasuk percepatan penurunan stunting di Kota Ambon .






