Cinta dan Penjara

Cinta dan Penjara

- in Default
248
0

Oleh: Sulaisi Abdurrazaq (Ketua APSI Jatim dan KAHMI Pamekasan)

Hai…

Pagi ini awan hitam berkejaran, aku pikir matahari lupa ingatan dan keasikan terbenam. Ternyata tidak. Aku sedang menebak-nebak, kira-kira apa yang dipersiapkan klienku setelah hari ini bebas dari penjara. Menikah atau…?.

Bagiku, klienku bukan menang, melainkan beruntung, karena bisa bebas lebih cepat. Ha ha…!!! Penasehat Hukum tidak boleh menjanjikan kemenangan, karena bertentangan dengan etika profesi.

Klienku itu “digigit” Resmob Polrestabes Surabaya (10/08/2020) dengan jerat pidana Pasal 328 KUHP atau Pasal 333 ayat (1) KUHP. Hampir tidak beda dengan peristiwa viral penculikan perempuan yang terjadi pada petugas PPK Batang-Batang Sumenep akhir-akhir ini. Motivasinya juga sama, hati yang terluka.

Mestinya, klienku bisa bebas sejak pemeriksaan pertama di Polrestabes Surabaya. Unfortunately, setelah aku urus, klienku lebih percaya/takut polisi dan memilih mencabut kuasa.

Keluarganya memintaku kembali menjadi Penasehat Hukum setelah ditahan lebih dari satu bulan, tak mungkin lagi membebaskannya dengan cepat dalam posisi SPDP sudah masuk Kejaksaan.

Tak ada jalan lain, untuk menolongnya harus sengit dan persisten. Sebab, sudah sejak awal diriku meminta agar polisi memaksimalkan upaya-upaya restorative justice. Adil tak harus memenjara. Upaya agar masing-masing pihak tidak menanam dendam lebih luhur daripada memberi hadiah “jeruji”, apalagi cerita awal dibuka melalui pintu asmara.

Mohon maaf pak polisi, diriku tidak mengutamakan akhlaqul karimah dalam mendampingi klien yang terlanjur terjebak pada perspektif hukum versimu. Karena bagiku, hukum tidak sekadar pasal-pasal kaku. Caraku mungkin agak bajingan, tapi akhirnya kalian mengikuti dengan cara pandangku.

Untuk klienku yang hari ini menghirup udara bebas, kembalilah ke kampung halaman dengan pribadi yang lebih baik, jangan mengusung “peradaban buruk” yang kalian alami dalam penjara. Buang jauh-jauh, cukuplah menjadi pengalaman.

Jika cinta masih cerlang dalam hatimu, jangan mengira lautan akan terus memeluk pantai dengan erat, meski saling berjanji. Kembalilah pada hamparan pasir yang sempat menyimpan jejak kakimu, tanyakan padanya, apakah ia menantimu dengan senyum sayang? masih dapatkah mengawinkan cinta?.

Jika ia, menikahlah. Jika tidak, tinggalkanlah. Jangan ada lagi cinta yang berakhir di penjara. Berjanjilah.

*(Pesan ini dipersembahkan untuk klien-klienku yang hari ini (08/12/20) bebas dari Rutan Polrestabes Surabaya).

Facebook Comments