
Bogor- Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Ibn Khaldun (DPM FKIP UIKA) Garis Haikal. Membela aksi yang dilakukan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) dan mengecam segala bentuk pembungkaman terhadap pengurus BEM UI.
Merespon undangan yg dilayangkan oleh Rektorat UI kepada beberapa pengurus BEM UI. Pada pertemuan yang diadakan hari minggu Rektorat UI meminta BEM UI untuk menghapus postingan. Menurut saya hal itu sangat berlebihan dan mencederai kebebasan sipil yang telah diantur oleh konstitusi, pemanggilan itu juga menandakan semakin sempit nya ruang untuk kebebasan berpendapat.
Pemberangusan kebebasan berpendapat saat ini bukan cuma dilakukan oleh negara tapi juga oleh pihak kampus. Dengan adanya pemanggilan dan permintaan untuk menghapus postingan tersebut menjadi bukti bahwa kebebasan berpendapat sudah dikerdilkan.
Tentang postingan BEM UI soal meme Presiden Joko Widodo menurut saya itu bukan suatu penghinaan terhadap simbol negara, karena dalam UU No. 24 Tahun 2009 Presiden tidak termasuk kedalam simbol negara.
Kritik yang dilakukan BEM UI bukan suatu penghinaan terhadap Kepala Negara, tetapi bentuk ekspresi terhadap janji-janji yang tidak ditepati oleh seorang Kepala Negara.
Maka dari itu saya mengecam segala bentuk pembungkaman terhadap Pengurus BEM UI.
HIDUP MAHASISWA, HIDUP MAHASISWA, HIDUP RAKYAT INDONESIA.
