
Wakil Sekretaris Jenderal Jaringan Aktivis Nusantara Mochammad Thoha mendesak Menteri BUMN Erick Thohir mencopot Arief Rosyid dari jabatan komisaris Bank Mandiri Syariah Indonesia. Pasalnya, Arief Rosyid telah terbukti melakukan pemalsuan tanda tangan Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI), Jusuf Kalla dan sekretaris Jenderal DMI Imam Addaruqutni. Akibatnya, Arief dipecat dari jabatannya sebagai Ketua Departemen Ekonomi Dewan Masjid Indonesia (DMI).
“Kami mendesak Erick Thohir segera mencopot Arief Rosyid dari posisi Komisaris Bank Mandiri Syariah Indonesia, karena telah terbukti memalsukan tanda tangan pak JK dan pak Imam selaku Ketum dan sekjen DMI sehingga dia dipecat dari DMI sebagai Ketua Departemen Ekonomi, ini jelas sangat memalukan,” ujar Mochammad Thoha kepada media di Jakarta, Senin (4/4).
Menurut Thoha, Arief Rosyid tidak pantas menduduki jabatan publik karena terbukti menghalalkan segala cara dan telah menyalahgunakan kekuasaan dengan memalsukan tanda tangan Ketua Umum dan Sekjen DMI yang notabene atasannya. Karena itu, tak pantas dipertahankan dari jabatan apa pun termasuk dari jabatan Komisaris Bank Mandiri Syariah Indonesia karena sudah cacat moral.
“Saya kira Arif Rosyid tidak pantas menduduki jabatan publik, memalukan ini karena dia kan simbol anak muda tapi malah menghalalkan segala cara menyalahgunakan kekuasaan, ngak pantas dipertahankan dari Komisaris Bank Mandiri Syariah Indonesia, segera dicopot saja masih banyak anak muda yang jauh lebih baik dari dia, lagian untuk apa mempertahankan orang yang udah jelas cacat moral,” ungkapnya.

Di sisi lain kata Thoha, tindakan tak terpuji yang dilakukan Arief Rosyid telah merusak reputasi kelompok aktivis pergerakan yang lain karena Arief Rosyid termasuk representasi aktivis muda pergerakan yang dipercaya mendapatkan kedudukan penting di ranah kekuasaan.
“Arief ini kan simbol anak muda yang kebetulan dipercaya menduduki jabatan Komisaris, tapi sangat disayangkan tindakannya sangat tidak terpuji dan ini mencoreng reputasi kawan-kawan aktivis pergerakan,” ucap Thoha.
Dengan begitu lanjut Thoha, sebaiknya Menteri BUMN Erick Thohir segera mengambil keputusan untuk segera dilakukan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dengan agenda mencopot secara tidak terhormat Arief Rosyid dari jabatan Komisaris Indipenden. Sehingga tidak merusak citra dan reputasi Bank Mandiri Syariah Indonesia karena yang bersangkutan berpotensi dilaporkan ke aparat penegak hukum terkait tindakannya memalsukan tanda tangan Ketua Umum DMI Jusuf Kalla dan Sekjen Imam Addaruqutni.
“Sekali lagi saya minta pak Erick segera mencopot Arief Rosyid dari jabatan Komisaris Bank Mandiri Syariah Indonesia supaya tidak rusak citra dan reputasi perusahaan karena kasus pemalsuan tanda tanda tangan ini kemungkinan dilaporkan ke Polisi kata jubir pak JK,” tutur Thoha.
