
Ketua Jaringan Aktivis Nusantara Romadhon JASN mendukung usulan Kepala Divisi Propam Polri, Irjen Pol Ferdy Sambo terkait perlunya dilakukan penelitian bersama yang berkelanjutan untuk menganalisis penyebab konflik TNI – Polri. Hal itu dirasa penting karena konflik antara TNI-Polri kerap terjadi dan terus berulang hanya disebabkan ketersinggungan, kesalahpahaman, dan perselisihan di tempat hiburan.
“Saya sangat setuju usul bang Irjen Sambo karena bentrok TNI-Polri sering banget kan, karena itu perlu dilakukan penelitian bersama untuk menganalisis penyebabnya ini,” ujar Romadhon JASN kepada media di Jakarta, Selasa (5/4).
Menurut Romadhon dengan dilakukan penelitian bersama tentang penyebab konfik TNI-Polri diharapkan mendapatkan rekomendasi dan solusi sehingga bisa mengakhiri konflik antara TNI dan Polri itu.
“Kalau dilakukan penelitian bersama itu kan menganalisis penyebab terjadinya konflik, nah tentu penelitian ini akan menghasilkan rekomendasi dan jawaban atau solusi supaya konflik ini ngak terjadi terus kan,” urainya
Karena itu kata Romadhon, usul yang disampaikan Irjen Sambo perihal pentingnya membuat strategi gabungan pendidikan dasar dan pelatihan tempur sebagai upaya preemtive. Hal itu akan menciptakan sinergitas dan kolaborasi yang baik antara TNI – Polri yang selama ini kerap konflik.
“Jadi memang perlu itu membuat strategi gabungan pendidikan dasar dan pelatihan untuk TNI-Polri, supaya tercipta sinergi dan kolaborasi,” ucap Romadhon
Romadhon berharap usul Irjen Sambo tak sekadar jadi wacana tetapi terealisasi sehingga tak terjadi lagi konflik TNI-Polri yang selalu berujung bentrok yang sudah tentu akan berdampak pada menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap TNI-Polri.
“Ini kan usul yang bagus dan ini harus direspons dan direalisasikan karena kita berharap institusi TNI-Polri ini kuat, sebab kalo terus bentrok dan konflik tentu kepercayaan masyarakat berkurang terhadap TNI-Polri,” imbuh Romadhon.
Di sisi lain lanjutnya, TNI-Polri sebagai pilar penting keamanan negara sangat tidak patut ketika bentrok sesama benteng keamanan dan pertahanan negara. Sebab akan merusak citra dan reputasi institusi sebagai penjaga keamanan negara.
“Sepanjang tahun 2021 konfik TNI-Polri sangat dominan, sesama keamanan negara selalu bentrok padahal ini tidak patut kan dilakukan oleh TNI-Polri sebagai benteng pertahanan dan penjaga keamanan negara,” tuturnya.
Sebelumnya, Irjen Sambo saat memberikan arahan dalam kegiatan Rapat Kerja Teknis (Rakernis) POM TNI Tahun 2022 mengusulkan tentang pentingnya dilakukan penelitian bersama terkait penyebab terjadinya konflik antara TNI-Polri.
“Perlu dilakukan penelitian bersama tentang konflik TNI-Polri ini karena bentrok antara aparat dianggap persoalan esprit the corps, kecemburuan sosial atau tingkat kesejahteraan, belum dilakukan penelitian sehingga tidak terbukti,” ujar Irjen Pol Ferdy Sambo.
