
Jakarta,- Sekretaris Jenderal Visioner Indonesia Akril Abdillah mendukung upaya pemerintah memberikan subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) kepada Pertamax di masa depan, Hal tersebut sejalan dengan roadmap net zero emission di tahun 2060.
“Kami mendukung upaya pemerintah untuk melakukan subsidi terhadap Pertamax namun Pertamina harus terus mendorong upaya memastikan subsidi pemerintah untuk BBM bisa tepat sasaran”, ujar Akril pada media, Jum’at, 08/07/2022.
Menurutnya Research Octan Number (RON) 92 lebih ramah lingkungan karena proses pembakaran bahan bakar yang dilakukan oleh mesin kendaraan membantu mengurangi polusi dan emisi gas buang, sehingga mengurangi dampak buruk bagi lingkungan dan manusia.
“Memberikan subsidi kepada Pertamax dinilai tepat karena sejalan dengan roadmap net zero tahun 2026 upaya pemerintah mengurangi emisi karbon, target tersebut tertuang dalam peta jalan transisi energi Indonesia yang disebut National Energy Grand Strategy”, ucapnya.
Akril mengatakan Komitmen Pertamina yang terus berupaya menargetkan untuk menurunkan emisi karbon dioksida (C02) hingga 81,4 juta ton pada 2026 merupakan hal positif untuk mendukung langkah pemerintah dalam mewujudkan nol emosi karbon.
“Dalam rangka mengatasi perubahan iklim, transisi energi ke energi baru terbarukan akan terus berlanjut dan itu harus sejalan dengan prinsip ketahanan energi, aksesibilitas, dan keterjangkauan”, tuturnya.
Untuk diketahui, Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati pada saat rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR RI di Jakarta, Rabu, 6/7/2022 mengatakan bahwa ada wacana subsidi BBM juga akan diberikan kepada Pertamax di masa depan, karena lebih ramah lingkungan. Hal itu sesuai dengan peta jalan atau roadmap upaya pemerintah mengurangi emisi karbon.
“Subsidi BBM ada roadmap, dulu yang disubsidi Premium maka masyarakat pindah ke Pertalite karena RON lebih tinggi sehingga emisinya bisa kita kurangi. Sekarang yang disubsidi RON 90, itu pengurangan karbon emisinya besar,” ungkap Nicke.
