
Tokoh pemuda Lahat, Mahendra Reza Wijaya, menyoroti pengerjaan proyek jalan beton di kompleks BSD Lembayung yang diduga tidak sesuai dengan spesifikasi.
Hal itu disampaikan Mahendra, sapaan akrabnya, karena pengerjaannya hanya menggunakan tanah rijek tanpa batu split dan tidak menggunakan molen.
“Aneh dan ajaib, proyek jalan beton kok hanya pakek tanah rijek, tidak ada batu splitnya dan langsung diaduk tanpa menggunakan molen,” kata Mahendra dalam keterangannya, Sabtu (25/11/2023).
Bahkan Mahendra menduga pengerjaan proyek asal-alasan karena tidak ada pengawas yang turun langsung ke lapangan.
“Mungkin saja pengawasnya tidak ngecek langsung ke lokasi,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Mahendra menduga telah terjadi kongkalikong antara pemborong dan oknum instansi yang punya anggaran terhadap proyek tersebut.
“Kalau sudah begini biasanya ada indikasi main mata antara pemborong, pengawas dan oknum lain yang ada di Dinas yang punya proyek,” terangnya.
Mahendra minta aparat penegak hukum (APH) melakukan investigasi karena diduga adanya pengaturan lelang pemenang tender dan dugaan penyelewengan anggaran dalam pengerjaan proyek.
Bahkan, lanjut Mahendra, Dinas inas terkait harus bertanggung jawab atas dugaan pengerjaan proyek yang dinilai asal-asalan tersebut.
“Kalau sudah begini harus ada investigasi, jangan-jangan sejak awal proses tender sudah ada pengaturan pemenang sehingga pemborong mengerjakan secara asal-asalan,” terangnya.
“Dinas terkait juga harus bertanggung jawan dan wajib diperiksa,” imbuhnya.
Terakhir, Mahendra memastikan akan melakukan pengawalan sehingga tidak ada penggunaan anggaran proyek yang dikorupsi.
“Jangan sampai proyek ini dikorupsi dan yang menjadi korban masyarakat,” tandasnya.
