
Silaturahmi Mahasiswa Sumatera Selatan (SIMS) Jabodetabek merayakan milad yang ke 8 degan tema “Satukan Persepsi, Jaga Tradisi, Bangun Inovasi Untuk Besamo Kito Berkarya, Besamo Kito Berjaya”.
Adapun perayaan milad SIMS diawali dengan membagikan 400 porsi tekwan gratis di depan kampus UIN Jakarta dan dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng serta diskusi, bertempat di Aula Mahasiswa Aceh, Sedap Malam, Ciputat pada Minggu (24/12/2023).
“Kami membagi-bagikan 400 porsi tekwan secara gratis selain sebagai bentuk rasa syukur juga kami ingin melestarikan dan memperkenalkan makanan khas provinsi Sumatera Selatan yang bernama tekwan dan semua itu merupakan hasil dari iuran anggota dan para alumni,” ujar Syawal selaku Ketua Umum Silaturahmi Mahasiswa Sumatera Selatan (SIMS) Jabodetabek.
Setelah membagi-bagikan 400 porsi tekwan secara gratis, dilanjutkan dengan ceremonial pemotongan tumpeng dan diskusi bersama tentang Kepemudaan dan Kedaerahan yang di pimpin oleh Harda Belly, selaku Dewan Pembina sekaligus koordinator aktivis Sumsel-Jakarta, dan I Wayan Darmawan yang saat ini menjadi Ketua Umum Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI).
“Ketika aktivis-aktivis lain pada memuja pemerintah, kita disini berdiri sebagai pengkritik guna mengawal kinerja para pemimpin kita” kata Harda Belly.
Harda menyampaikan rasa prihatin dengan kondisi mahasiswa Sumsel di Jakarta karena kurang mendapat perhatian dari Pemda Sumsel.
“Selain merasa bangga dan bahagia karena telah diungdang di acara Milad ini namun ada sedihnya juga karena untuk merayakan Milad saja harus numpang ke Aula mahaiswa dari daerah lain,” ungkapnya.
“Ini sebagai bukti bahwa sampai sekarang pejabat di Sumsel kurang perhatian dan tidak peduli dengan mahasiswa yang ada di Jakarta,” imbuhnya.
Namun, kata Harda, keadaan yang serba kekurangan fasilitas tidak boleh menjadi penghalang untuk ikut ambil peran dalam membangun daerah Sumsel.
“Kita ditempa dan dibentuk oleh keadaan. Kita serba kekurangan namun itulah yang akan membentuk mental baja karena itu harus terus berjuang. Sumsel membutuhkan kita semua sebagai mahasiswa,” terangnya.
Sementara itu, I Wayan Darmawan menuturkan tentang pentingnya keasadaran mahasiswa Sumsel untuk memberikan kontribusi dan memompa semangat untuk tidak kalah saing dengan daerah lain.
“Kita sebagai mahasiswa daerah yang kuliah di ibukota jangan sampai kalah saing dan harus bisa selalu membawa manfaat untuk masyarakat sekitar,” terang I Wayan Darmawan.
Acara Milad SIMS Jabodetabek yang ke-8 dihadiri oleh organisasi-organisasi primordial atau daerah lainnya.
