
Calon Bupati Musi Banyuasin Lucianty memaknai Hari Asyuro yang dikenal dengan Idul Yatama atau Hari Raya Anak Yatim yang diperingati setiap tanggal 10 Muharam sebagai momentum untuk meningkatkan kepedulian kepada anak yatim.
“Meskipun tidak mesti tanggal 10 Muharam, kita dituntut untuk peduli dan mengasihi mereka, namun momentum hari Asyuro dalam islam yaitu untuk mengingatkan kita bagaimana Nabi Muhammad memperlakukan anak yatim,” kata Lucy, Kamis (18/7/2024).
Ia mengingatkan bahwa nasib anak yatim kurang beruntung karena kekurangan kasih sayang dari orang tua. Sehingga menurutnya, perlu ada perhatian khusus untuk anak yatim.
“Mereka tidak sama dengan anak-anak yang masih mempunyai orang tua lengkap, masih mendapatkan kasih sayang orang tua, jadi harus kita perhatikan,” ungkapnya.
Perempuan yang sangat suka dan dikenal sering menyantuni anak yatim itu memastikan apabila dipercaya menjadi Bupati Muba akan membuat program pemberdayaan anak yatim yang fokus pada pendidikan.
“Anak yatim harus mempunyai masa depan yang lebih baik dengan menjamin pendidikan sampai perguruan tinggi,” jelasnya.
“Pemkab Muba nanti harus mendata anak yatim di Muba dan diberikan beasiswa pendidikan sampai perguruan tinggi,” imbuhnya.
Lucy menuturkan tentang santunan anak yatim bukan hanya karena doa mereka cepat dikabulkan namun lebih dari itu bagaimana menghadirkan akses pendidikan yang adil bagi mereka yang tidak mempunyai orang tua.
“Mencerdaskan anak bangsa itu adalah amanat undang-undang kepada pemerintah dari pusat sampai daerah, oleh karena itu, anak yatim juga harus diberdayakan dengan diberikan akses pendidikan yang adil,” tuturnya.
“Harus dipastikan, di Muba tidak boleh ada anak yatim yang putus sekolah, karena harapan di masa depan yang lebih baik bisa capai dengan pendidikan,” tandasnya.
