
Ketua Umum Ikatan Keluarga Mahasiswa Madura, Imam Hanafi Abdullah, mengapresiasi ketegasan Kapolres AKBP Jazuli Dani Iriawan yang mengultimatum jajaran kepolisian Polres Pamekasan untuk profesional dan menjaga netralitas menjelang Pilkada 2024.
“Ketegasan Kapolres Pamekasan patut diapresiasi, netralitas aparat kepolisian menjelang Pilkada memang harus dijaga,” kata Imam dalam keterangannya, Selasa (13/8/2024).
Ia menilai, aparat kepolisian bisa saja berpihak dengan salah satu calon kepala daerah dengan cara melakukan sosialiasi secara persuasif ke masyarakat.
“Bisa saja melakukan kampanye terselubung di masyarakat, seperti mengarahkan dengan diam-diam atau membahas calon tertentu sampai terkenang-kenang di pikiran masyarakat,” ungkapnya.
“Banyak cara yang bisa dilakukan polisi bahkan sampai cara intimidasi namun hal itu tidak terjadi kalau polisi menjaga netralitas atau tidak terlibat dalam politik praktis,” imbuhnya.
Namun, Imam yakin, Kapolres Pamekasan telah memberikan pengarahan yang benar terhadap jajarannya untuk mengawal tahapan Pilkada tanpa berpihak ke salah satu calon.
“Demokrasi di Pamekasan akan berjalan lancar dan damai apabila ada pengawalan dari aparat kepolisian,” ucapnya.
Terakhir, Imam berharap dan mengajak masyarakat ikut mengawal Pilkada Pamekasan dengan menjaga kondusifitas dan menghindari kampanye hitam.
“Masyarakat juga harus menjaga kondusifitas, jangan terpecah belah hanya beda pilihan dan untuk menjaga persatuan dengan menghindari kampanye hoax atau saling menjelek-jelekkan,” tuturnya.
“Ikut kampanyekan program masih-masing calon, sampaikan bahwa Pamekasan akan lebih maju dengan visi-misi yang cocok dari para calon Bupati dan Wakil Bupati yang akan berkontestasi,” tandasnya.


