
VISIONER JAKARTA – Gerakan Muda Nasional (GEMA Nasional) dengan tegas mendesak Kejaksaan Agung Republik Indonesia dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK RI) untuk segera melakukan pemeriksaan terhadap mantan Menteri BUMN Erick Thohir serta Direktur Utama PT Pertamina (Persero) saat ini, Simon Aloysius Mantiri.
Dugaan keterlibatan Erick Thohir dan Simon Aloysius Mantiri atas dugaan permufakatan jahat dalam pusaran korupsi tata kelola minyak yang diduga melibatkan Riza Chalid sebagai aktor utama mafia migas.
Ketua Umum GEMA Nasional, Eko Saputra, menyatakan bahwa korupsi di sektor minyak dan gas bumi merupakan kejahatan luar biasa (extraordinary crime) yang bukan hanya merugikan keuangan negara, tetapi juga merampas hak dasar rakyat atas energi yang adil dan terjangkau.
“Korupsi migas adalah kejahatan yang dampaknya langsung menghantam rakyat. BBM mahal, subsidi bocor, negara dirugikan, sementara mafia diduga tetap bercokol”, ungkap Eko Saputra. Rabu, 4 Februari 2026.
“Karena itu, siapa pun yang diduga memiliki keterkaitan, termasuk mantan Menteri BUMN dan Dirut Pertamina aktif harus diperiksa tanpa pengecualian,” tambahnya.
Menurut GEMA Nasional, Erick Thohir sebagai mantan Menteri BUMN dan Simon Aloysius Mantiri sebagai Direktur Utama Pertamina saat ini menempati posisi strategis dengan kewenangan besar dalam pengambilan kebijakan, pengawasan, dan pengendalian BUMN energi.
Oleh sebab itu, setiap dugaan komunikasi, relasi, atau koordinasi dengan pihak yang selama ini dikenal sebagai mafia migas wajib dibuka secara transparan melalui proses hukum.
“Tidak ada mafia yang bekerja sendirian. Mafia selalu hidup dari kekuasaan, akses, dan pembiaran. Jika ada dugaan komunikasi atau jejaring dengan Riza Chalid, maka penegak hukum wajib membongkarnya sampai ke akar-akarnya. Negara tidak boleh tunduk pada mafia,” tegas Eko Saputra.
GEMA Nasional menilai bahwa ketiadaan pemeriksaan terhadap elite strategis justru memperkuat kecurigaan publik akan praktik impunitas, tebang pilih, dan hukum yang tajam ke bawah namun tumpul ke atas.
GEMA Nasional secara resmi menuntut, Pemeriksaan segera dan menyeluruh terhadap Erick Thohir dan Simon Aloysius Mantiri, Penelusuran alur kebijakan, komunikasi, dan pengambilan keputusan di Kementerian BUMN dan PT Pertamina dan Pembongkaran total jaringan mafia migas, termasuk aktor lama yang terus diduga bercokol. Penegakan hukum yang berani, independen, dan bebas dari intervensi politik maupun ekonomi.
“Kami tidak sedang menghakimi, tetapi menagih keberanian negara. Jika mereka bersih, pemeriksaan adalah jalan pembuktian. Namun jika tidak, rakyat berhak tahu siapa yang selama ini mempermainkan kedaulatan energi nasional,” pungkas Eko Saputra.
Gerakan Muda Nasional menegaskan akan mengawal isu ini secara konsisten dan berkelanjutan, melalui tekanan publik, advokasi hukum, dan langkah konstitusional lainnya, demi memastikan energi nasional dikelola untuk kepentingan rakyat, bukan untuk mafia dan segelintir elite.
GEMA Nasional mengingatkan bahwa asas praduga tak bersalah harus dihormati, namun tidak boleh dijadikan dalih untuk menghindari atau menunda pemeriksaan hukum. (*)
