Jakarta, IndonesiaVisioner- Pemerintah menurunkan harga BBM per April ini. hanya saja, angka penurunannya tak signifikan.
Menanggapi hal ini, Lembaga Pemantau BUMN (LPB), Romadhon Jasn mengatakan, sekarang eranya telah berubah. Dulu, pemerintah mensubsisdi BBM untuk rakyat, sekarang rakyat mensubsidi pemerintah. Ini tergambar dari minimnya penurunan harga BBM.
“Pemerintah menurunkan harga BBM per April ini. hanya saja, angka penurunannya tak signifikan alias irit seperti kelas eceran,” katanya.
“Kalau mau menurunkan BBM pemerintah jangan nanggung,” papar Romadhon di Jakarta, Kamis (31/3/2016).
Romadhon menambahkan, padahal harga minyak dunia yang terus merosot, seharusnya bisa menurunkan harga BBM di dalam negeri dalam jumlah yang signifikan ini tanggung sekali.
Romadhon membeberkan hitung-hitungannya. Saat ini, harga minyak mentah dunia berada di kisaran US$ 40 per barel. Sementara, harga BBM di Indonesia saat ini, setara dengan harga minyak dunia sebesar US$ 100 per barel. “Artinya, apa? Ya, rakyatlah yang kini mensubdisi BBM kepada negara,” ungkapnya.
Kebijakan pemerintah saat ini juga dinilai memberikan beban tersendiri bagi masyarakat. Pemerintah pun dianggap masih belum konsisten untuk menetapkan harga BBM sesuai harga minyak mentah dunia.
“Dulu pemerintah ingin harga minyak harus sesuai dengan harga pasar. Sekarang malah tidak turun dan mengambil keuntungan dengan meminta subsidi dari masyarakat,” tandasnya. (Mr.Vis)






