Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

Salah Prosedur, Bekukan Densus 88

by Aulia Rachman Siregar
Maret 31, 2016
in HUKUM
Reading Time: 2min read
Salah Prosedur, Bekukan Densus 88
0
SHARES
30
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, IndonesiaVisioner-. Tewasnya Siyono saat ditangkap  Densus 88 menjadi puncak kekecewaan terhadap perilaku Densus 88 yang selama ini bertindak tanpa kontrol. Hal ini kemudian mengundang beberapa kalangan, baik secara personal maupun organisasi mengecam tindakan Densus yang terkesan melanggar prosedur penanggulangan terorisme.

Kali ini datang dari Sidra Tahta Mukhtar, Dosen tetap ilmu politik,dan keamanan internasional, Fisipol UKI.

Sidra mengungkapkan, perlu dilakukan audit, khususnya melalui mekanisme akuntabilitas publik oleh ormas maupun organisasi mahasiswa seperti HMI dan muhammadyah.

Perkembangan Densus 88 yang penuh pujian dunia internasional, menjadikan aparat Densus 88 merasa jumawa karena dianggap berhasil menanggulangi terorisme. Padahal bisa dilihat, hampir setiap tindakan pencegahan teroris oleh Densus 88 selalu berakhir dengan kematian, hal ini bisa menimbulkan radikalisme-radikalisme baru yang tubuh begitu cepat disaat yang sama.

Sehingga, fokus deradikalisasi harus dilakukan dengan memberdayakan kementerian terkait seperti Kemenag, Kemensos dan Kemendiknas.  Bukan saja tanggung jawab Densus 88 dan BNPT. Kata Penulis buku Militer dan demokrasi ini.

” Perlu ada perubahan fokus penanggulangan terorisme dari cara keras (hard power) menjadi soft power (pendekatan lunak) dengan menggunakan hati nurani. Hal ini dirasa lebih efektif mencegah masyarakat ikut aktif dalam aliran atau jaringan terorisme” Sarannya.

Sidra menambahkan, Pihak masyarakat sipil seperti HMI perlu punya data pembanding atau paling tidak survey persepsi publik tentang densus. Sehingga, bila ditemukan adanya pelanggaran prosedur, perlu tindakan yang tegas dari KAPOLRI dan Presiden. Saran mantan Ketua Umum HMI Cabang Malang 2000-2001 ini di Jakarta (31/03/2016).

“Setahu saya prosedur penindakan Densus itu baku dan dilakukan oleh anggota-anggota atau personel Densus 88 yang dipilih dan dilatih dengan kapasitas dan sistem internasional. jadi bisa jadi kesalahan prosedurnya pada level kebijakan Densusnya” ungkap pengarang buku Polri Dibawah Presiden, praktek demokasi dan kepolisian di Indonesia.

Yang perlu diaudit adalah mekanisme intelijen, karena porsi informasi atau pengintaian densus pada teroris minimal 6 bulan, bisa juga sampai 2 tahunan. Sehingga, untuk audit yang benar perlu fokus ke pengungkapan operasi rahasia. Cuman masalahnya siapa yang berhak ungkap?, sedangkan UU intelijen yang ada tak akuntabel dan demokratis.

“Di DPR saja baru ada Pokja intelijen di sub komisi pertahanan dan intelijen. Jadi bila ditemukan pelanggaran, yg dihukum itu organisasinya, Densus 88. Misalnya bentuk hukuman di skorsing perannya dalam waktu 6 bulab atau 1 tahun” pungkas penulis buku Politik Islam Dalam Dunia yang Berubah ini. (MR. Vis)

Previous Post

Romadhon; Pemerintah masih kelas eceran penurunan harga BBM

Next Post

Ada Politik dikasus hukum La Nyalla

Related Posts

Yeka Hendra Fatika Ombusdman jadi Tersangka Perintangan Penyidikan Korupsi
HUKUM

Yeka Hendra Fatika Ombusdman jadi Tersangka Perintangan Penyidikan Korupsi

Mei 26, 2026
RUU Polri Jadi Inisiatif DPR, JAN: Momentum Emas Modernisasi Korps Bhayangkara
HUKUM

RUU Polri Jadi Inisiatif DPR, JAN: Momentum Emas Modernisasi Korps Bhayangkara

Mei 21, 2026
Sikat Sarang Narkoba! Bareskrim Apresiasi Langkah Tegas Pemprov Jakarta Cabut Izin White Rabbit
HUKUM

Sikat Sarang Narkoba! Bareskrim Apresiasi Langkah Tegas Pemprov Jakarta Cabut Izin White Rabbit

April 27, 2026
BPK Temukan 4 Masalah di Program Cek Kesehatan Gratis Kemenkes
HUKUM

BPK Temukan 4 Masalah di Program Cek Kesehatan Gratis Kemenkes

April 24, 2026
KPK Sebut Banyak Koruptor Titip Uang Korupsi ke Wanita Simpanan
HUKUM

KPK Sebut Banyak Koruptor Titip Uang Korupsi ke Wanita Simpanan

April 24, 2026
Jaksa Periksa 15 Saksi di Kasus Korupsi Ketua Ombudsman Non Aktif
HUKUM

Jaksa Periksa 15 Saksi di Kasus Korupsi Ketua Ombudsman Non Aktif

April 24, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

“Bukan Hitungan Hari, Tapi Bobot Negeri” Dasco Ajak Debat Diplomasi Naik Kelas

LHK: Stabilitas Pemerintahan Kota Kendari Tetap Terjaga di Tengah Berbagai Isu

Polemik Pernyataan Wamentan soal Petani Happy, Publik Diminta Baca Utuh Konteksnya

Yeka Hendra Fatika Ombusdman jadi Tersangka Perintangan Penyidikan Korupsi

Airlangga Pastikan Tekanan Rupiah Terkendali, Beda 2004-2014

Masyarakat Sumatera Mulai Rasakan Percepatan Pemulihan, Dasco Terus Kawal Satgas

TERPOPULER

“Bukan Hitungan Hari, Tapi Bobot Negeri” Dasco Ajak Debat Diplomasi Naik Kelas

LHK: Stabilitas Pemerintahan Kota Kendari Tetap Terjaga di Tengah Berbagai Isu

Polemik Pernyataan Wamentan soal Petani Happy, Publik Diminta Baca Utuh Konteksnya

Yeka Hendra Fatika Ombusdman jadi Tersangka Perintangan Penyidikan Korupsi

Airlangga Pastikan Tekanan Rupiah Terkendali, Beda 2004-2014

Masyarakat Sumatera Mulai Rasakan Percepatan Pemulihan, Dasco Terus Kawal Satgas

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved