Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

MP BPJS Kritik BPJS Watch jadi Satpam AS Dirut BPJS Ketenakerjaan

by Aulia Rachman Siregar
April 17, 2016
in Ekonomi
Reading Time: 2min read
MP BPJS Kritik BPJS Watch jadi Satpam AS Dirut BPJS Ketenakerjaan
0
SHARES
31
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, IndonesiaVisioner-              Koordinator NASIONAL MASYARAKAT Peduli BPJS menegaskan sikap kritisnya terhadap Agus Susanto Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan (TK) merupakan bentuk kontrol sosial demi kinerja BPJS TK yang lebih baik sesuai amanat UU BPJS.

Menurut Hery Susanto KOORDINATOR NASIONAL MASYARAKAT PEDULI BPJS, bahwa Agus Susanto sebagai dirut BPJS TK mestinya responsif dengan akselerasi tuntutan publik bahwa dia musti serius Bekerja bukan hanya habiskan waktu orentasi internal dan eksternal BPJS. Kalau 2 bulan hanya dihabiskan fase orientasi itu sama saja buang waktu dan makan gaji buta.

Agus Santoso terkesan hanya teruskan pola dan Kebijakan Elvyn G Masassya (dirut lama) yang dinilai gagal mengurus BPJS. “Hanya habiskan banyak anggaran untuk pencitraan yang tidak substantif. Info yang kami dapatkan untuk biaya iklan di tv nasional habiskan rp 23 milyar/6 bulan,” kata Heri saat dihubungi di Jakarta, Minggu (17/4).

Lanjut Heri, terakhir angkat soal nelayan, apa sudah sesuai dengan target capaian ? Masih jauh dari harapan pastinya, misal bantuan kartu BPJS TK untuk 5000 nelayan Cilacap untuk stimulus 3 bulan, berapa nelayan yang lanjutkan program itu, ternyata hanya 100 orang saja. Belum lagi sumber dana stimulusnya dari mana? Ternyata bersumber dari CSR BPJS TK, yang notabene sudah dilarang UU BPJS, karena sejak per 1 Juli 2015 lalu BPJS sudah tidak diperkenankan alokasi CSR.

“Begitu juga dengan bantuan kartu BPJS TK untuk 1000 nelayan di banyuwangi selama 6 bulan, dengan modus yang sama pula. Walhasil, BPJS TK sekarang berencana menggaet program asuransi nelayan di KKP RI, yang prosesnya gunakan tender. Akankah BPJS bisa ikut tender, BPJS bukan perseroan melainkan badan hukum publik, yang tidak mungkin ikut tender,” jelasnya.

Jika BPJS TK fokuskan garapan kerja ke pekerja informal malah meninggalkan urusan wajibnya yakni pekerja formal. Pekerja informal di Indonesia yang terdaftar BPJS TK hanya sekitar 250 ribu orang, sedangkan potensinya masih sangat besar yakni capai 70 juta orang pekerja informal.

Pekerja formal yang terdata sebagai peserta BPJS TK sekitar 17 juta, dari potensi 40juta pekerja formal. Mustinya sektor pekerja formal yang menjadi urusan wajib sebagai prioritas kerja BPJS TK. Iuran kepesertaan BPJS TK pun gagal dari capaian rata-rata yakni Rp 3.3 Triliun per bulan dengan target Rp 40 Triliun pada tahun 2016. Iuran peserta Kuartal I 2016 menurut data yang kami dapatkan BPJS TK hanya capai Rp 6 Triliun, dengan rata-rata per bulan nya sekitar Rp. 1,5 Triliun.

Meski hal ini dibantah Agus Susanto yang nyatakan iuran peserta kuartal I yakni Rp 10.1 Triliun, dengan rata-rata penerimaan Rp 2.5 Triliun/bulan. Meski demikian, ini juga sudah dibawah rata-rata target bulanan yang digariskan BPJS TK. Bahkan Rencana Kerja Anggaran Tahunan (RKAT) 2016 ini saja belum disahkan BPJS TK dan diteruskan ke tiap kanwil serta Kacab.

“Sudah tentu lambatnya RKAT akan berpengaruh terhadap kinerja nya. Dengan demikian maka kritik kami punya alasan rasional, tidak sekadar asal bicara, malah Timboel Siregar BPJS Watch lah yang asal bicara tanpa alasan yang logis,” Ungkap Heri.

Lanjut Heri, terkesan memposisikan sebagai Satpam atau Juru bicara Agus Susanto. Meski  baru masuk 2 bulan kerja sebagai dirut BPJS TK, tapi bagi publik 2 bulan itu sudah cukup waktu untuk menghasilkan program kerja nya, bukan melulu orientasi saja. BPJS TK dengan total aset hampir RP 250 Triliun harus dikelola serius, bukan dengan mengulur waktu tidak jelas yang hanya berupa orientasi kerja yang bukan kerja nyata.

“Jika BPJS Watch melalui TS mengatakan Agus Susanto punya ide terobosan, ide terobosan yang bagaimana??? Hingga saat ini kami belum temui langkah terobosannya dimaksud, kecuali pelambatan kinerja, gagal paham dan salah urus BPJS TK,” kesal Hery Susanto KOORDINATOR NASIONAL MASYARAKAT PEDULI BPJS (Kornas MP BPJS).

Previous Post

KOPERASI BASIS EKONOMI NASIONAL

Next Post

Pengamat: Pemerintah perlu pertimbangkan tawaran PP Muhammadiyah

Related Posts

Mengawal Keadilan Energi: Penertiban BBM Subsidi Demi Perlindungan Rakyat Kecil
BUMN

Mengawal Keadilan Energi: Penertiban BBM Subsidi Demi Perlindungan Rakyat Kecil

Juli 21, 2026
118 Personel Tutup 20 Lubang Tambang Ilegal: Masyarakat Apresiasi Sinergi Antam-Aparat di Pongkor
Ekonomi

118 Personel Tutup 20 Lubang Tambang Ilegal: Masyarakat Apresiasi Sinergi Antam-Aparat di Pongkor

Juli 18, 2026
BS OJK Diminta Kawal Tuntas Kasus Rekening Judol, Publik: Ini Uji Kredibilitas Pengawasan
Ekonomi

BS OJK Diminta Kawal Tuntas Kasus Rekening Judol, Publik: Ini Uji Kredibilitas Pengawasan

Juli 15, 2026
PMI Cianjur Korban TPPO di Libya Dipulangkan, Menteri Mukhtarudin: Sinergi Kunci Keberhasilan
Ekonomi

PMI Cianjur Korban TPPO di Libya Dipulangkan, Menteri Mukhtarudin: Sinergi Kunci Keberhasilan

Juli 13, 2026
Perdebatan Data PMI Ilegal di Cianjur, Menteri Mukhtarudin Dorong Pengawasan Lebih Ketat
Ekonomi

Perdebatan Data PMI Ilegal di Cianjur, Menteri Mukhtarudin Dorong Pengawasan Lebih Ketat

Juli 10, 2026
OJK Tuntaskan Penyidikan Kasus Dugaan Pidana di BPR Malang
Ekonomi

OJK Tuntaskan Penyidikan Kasus Dugaan Pidana di BPR Malang

Juli 4, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

Polri Selidiki Dugaan Penculikan Atlet Golf, JAN Minta Publik Tenang dan Percaya Proses Hukum

Mengawal Keadilan Energi: Penertiban BBM Subsidi Demi Perlindungan Rakyat Kecil

Wasit Final Piala Dunia 2026: Slavko Vincic

Hubungan Febrie Adriansyah dan Don Ritto: Satu Kampung

Alasan Prabowo Buka Opsi Pangkas Anggaran Pertahanan dan Polri

Alasan KPK Tolak Laporan Gratifikasi Menhut Raja Juli Antoni

TERPOPULER

Polri Selidiki Dugaan Penculikan Atlet Golf, JAN Minta Publik Tenang dan Percaya Proses Hukum

Mengawal Keadilan Energi: Penertiban BBM Subsidi Demi Perlindungan Rakyat Kecil

Wasit Final Piala Dunia 2026: Slavko Vincic

Hubungan Febrie Adriansyah dan Don Ritto: Satu Kampung

Alasan Prabowo Buka Opsi Pangkas Anggaran Pertahanan dan Polri

Alasan KPK Tolak Laporan Gratifikasi Menhut Raja Juli Antoni

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved