Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

Firdaus: hindari lintah darat OJK minta pemerintah sertifikasi tanah

by Aulia Rachman Siregar
Mei 10, 2016
in Ekonomi
Reading Time: 2min read
Firdaus: hindari lintah darat OJK minta pemerintah sertifikasi tanah
0
SHARES
49
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, IndonesiaVisioner- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat jumlah masyarakat miskin yang tak dapat mengakses sektor perbankan (unbankable) masih tinggi, mencapai 64 persen. Hal ini terjadi karena masalah agunan yang tak dimiliki mereka.

Sehingga banyak dari kalangan miskin termasuk mereka yang ikut mengembangkan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) mencari pendanaannya ke lintah darat.

“Hal ini masih menjadi perhatian OJK, karena banyak UMKM kita, terutama kalangan mikro yang tidak dapat mengakses permodalan ke bank (unbankable), sebanyak 64%,” tutur Kepala Eksekutif Pengawasan Industri Keuangan Non Bank (IKNB) OJK, Firdaus Jaelani, di Jakarta, Senin (9/5).

Pasalnya, kata dia, penyaluran pinjaman di bank memang ketat. Sehingga tidak semua permohonan permodalan itu dipenuhi. Karena dana yang dipinjamkan itu dana masyarakat, maka bank harus hati-hati.

“Tapi pertanyaannya, kenapa masih unbankable? Karena dia tidak punya agunan, sekalipun asetnya itu ada. Padahal para UMKM dan petani itu butuh modal,” terangnya.

Untuk itu, kondisi tersebut harus menjadi perhatian pemerintah. Selama ini aset yang dimiliki mereka hanya motor yang bisa diagunkan, karena ada BPKB-nya. Tapi bagi petani yang memiliki kerbau justru tidak bisa. Padahal kerbau bagi petani itu aset bagus.

“Kalangan petani yang punya ternak, seperti kerbau, sapi justru tidak bisa diagunkan. Makanya pemerintah harus memberikan sertifikat. Termasuk juga tanah yang turun temurun dari nenek moyangnya,” tegas Firdaus.

Memang kabarnya, lanjuta dia, Badan Pertanahan Nasional (BPN) sudah memberikan, tapi kurang massal. Karena persoalan agunan itu dan persoalan unbankable semata-mata persoalan industri jasa keuangan.

Makanya saat ini, OJK terus meminta pihak pemerintah untuk melakukan sertifikasi para petani yang mempunyai tanah, ternak dan lainnya. Sehingga jika mereka gagal panen atau ternak mati bisa diasuransikan.

“Sekarang sudah mulai nih kita lakukan di beberapa kabupaten untuk mensertifikasi (tanah/ternak) agar mereka bisa mengakses keuangan,” tegasnya.

Dengan kondisi demikian, maka tak aneh jika banyak orang miskin yang menggantungkan permodalannya ke lintah darat. Karena tidak perlu pakai agunan. Tapi masalahnya suku bunga lintah darat sangat tinggi. Padahal di beberapa negara lain, mestinya suku bunga lintah darat atau rentenir maksimal 20%.

“Tapi pemerintah tidak bisa mempidanakan lintah darat. Saya pernah berkunjung ke beberapa negara. Di sana ada aturan, siapapun yang memberi pinjaman di luar perbankan itu maksimal 20% diatas bunga bank. Tapi di kita tidak,” paparnya.

Untuk itu, OJK terus mendorong program Laku Pandai, layanan mikro, mengajak masyarakat untuk menabung program simpel dan sebagainya. Sebab OJK berharap masyarakat kelas bawah dapat menabung sedini mungkin. Termasuk juga mendorong program kredit usaha rakyat (KUR) lebih besar lagi.

“Karena KUR ini bunganya disubsidi oleh bank. Jadi UKM yang pinjamannya di bawah Rp25 juta bisa tanpa agunan, sepanjang Anda punya prospek, maka bisa ajukan bunganya 9%,” pungkas dia. (Jasn/Vis)

Previous Post

Berkat Fed dollar menguat

Next Post

Masyarakat dihimbau tidak terpancing isu komunis

Related Posts

Perdebatan Data PMI Ilegal di Cianjur, Menteri Mukhtarudin Dorong Pengawasan Lebih Ketat
Ekonomi

Perdebatan Data PMI Ilegal di Cianjur, Menteri Mukhtarudin Dorong Pengawasan Lebih Ketat

Juli 10, 2026
OJK Tuntaskan Penyidikan Kasus Dugaan Pidana di BPR Malang
Ekonomi

OJK Tuntaskan Penyidikan Kasus Dugaan Pidana di BPR Malang

Juli 4, 2026
PAM Jaya Minta Maaf, Pramono Tak Tegas: Ratusan Hari Macet, Warga Korban Pipa 1.000 Km
Ekonomi

PAM Jaya Minta Maaf, Pramono Tak Tegas: Ratusan Hari Macet, Warga Korban Pipa 1.000 Km

Juni 29, 2026
Polemik Pernyataan Wamentan soal Petani Happy, Publik Diminta Baca Utuh Konteksnya
Ekonomi

Polemik Pernyataan Wamentan soal Petani Happy, Publik Diminta Baca Utuh Konteksnya

Mei 26, 2026
Airlangga Pastikan Tekanan Rupiah Terkendali, Beda 2004-2014
Ekonomi

Airlangga Pastikan Tekanan Rupiah Terkendali, Beda 2004-2014

Mei 26, 2026
Gagas Nusantara Imbau Publik Tak Terprovokasi Hoaks Pembatasan BBM
BUMN

Gagas Nusantara Imbau Publik Tak Terprovokasi Hoaks Pembatasan BBM

Mei 22, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

CNG Jadi Alternatif LPG 3 Kg, Gagas Nusantara: Ini Kabar Baik untuk Rumah Tangga dan Ketahanan Energi

Perdebatan Data PMI Ilegal di Cianjur, Menteri Mukhtarudin Dorong Pengawasan Lebih Ketat

Gerindra Hormati Putusan MK: Pilkada Langsung Tetap Amanah Reformasi

JAN: Ajakan Kapolri Jaga Persatuan Adalah Sikap Kenegarawanan yang Tepat

Cegah Hoaks dan Kerusuhan, Dukung Deteksi Dini Digital

DPR soroti implementasi kebijakan komisi delapan persen ojol

TERPOPULER

CNG Jadi Alternatif LPG 3 Kg, Gagas Nusantara: Ini Kabar Baik untuk Rumah Tangga dan Ketahanan Energi

Perdebatan Data PMI Ilegal di Cianjur, Menteri Mukhtarudin Dorong Pengawasan Lebih Ketat

Gerindra Hormati Putusan MK: Pilkada Langsung Tetap Amanah Reformasi

JAN: Ajakan Kapolri Jaga Persatuan Adalah Sikap Kenegarawanan yang Tepat

Cegah Hoaks dan Kerusuhan, Dukung Deteksi Dini Digital

DPR soroti implementasi kebijakan komisi delapan persen ojol

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved