Jakarta, 23 Agustus 2026 – Harga saham emiten batu bara milik konglomerat Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam, PT Sumber Daya Energi (SDE), mengalami lonjakan signifikan sebesar hampir 70 persen dalam sepekan perdagangan. Lonjakan ini terjadi seiring dengan berita mengenai rencana penunjukannya dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), yang kemudian dibantah oleh Istana .
Merespons pergerakan harga yang tidak wajar tersebut, Bursa Efek Indonesia (BEI) memasukkan saham SDE ke dalam daftar UMA (Unusual Market Activity) . Pada awal pekan, harga saham SDE berada di level Rp340, namun pada penutupan perdagangan Jumat (21/8/2026), saham tersebut melesat ke posisi Rp580 . Volume transaksi juga melonjak lebih dari 2,3 kali lipat, dengan rata-rata volume harian mencapai 98,8 juta saham .
UMA dan Investigasi BEI
UMA merupakan pengumuman yang dikeluarkan BEI untuk mengawasi transaksi saham yang dinilai tidak wajar, terutama karena kenaikan atau penurunan harga yang ekstrem dalam waktu singkat. Dengan masuknya saham SDE ke dalam UMA, BEI meminta investor untuk memperhatikan keterbukaan informasi dari perusahaan dan mencermati kinerja, likuiditas, serta segala informasi yang relevan sebelum mengambil keputusan investasi .
Selain SDE, saham lainnya yang juga masuk UMA karena lonjakan harga signifikan adalah PT Indospring (INDS) yang naik 13,08 persen dan PT Golden Flower (POLU) yang naik 19 persen . BEI juga mencatat saham PT Adaro Energy (ADRO) mengalami penurunan harga 44,52 persen dalam dua hari perdagangan, sehingga turut diumumkan dalam UMA .
Dampak Isu dan Bantahan Istana
Lonjakan harga saham SDE terjadi setelah beredar isu bahwa Haji Isam akan ditunjuk oleh Presiden Prabowo Subianto untuk memimpin penanganan karhutla di Kalimantan . Namun, Istana Kepresidenan melalui Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan Hasan Nasbi menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar atau hoaks . Tidak ada penunjukan tersebut, dan penanganan karhutla tetap berada di bawah koordinasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), TNI, Polri, dan Kementerian Lingkungan Hidup .
Meski telah dibantah, harga saham SDE tetap bertahan di level tinggi di akhir pekan. Sementara itu, saham PT Adaro Energy (ADRO) yang sebelumnya turun 44,52 persen dalam dua hari juga menjadi sorotan, meski bukan bagian dari isu Haji Isam.






