Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

Wakil Ketua DPD RI Diminta Turun Tangan soal Kisruh Proyek Bibit Bawang 46 Milyar

by Aulia Rachman Siregar
Desember 1, 2016
in Ekonomi
Reading Time: 2min read
Wakil Ketua DPD RI Diminta Turun Tangan soal Kisruh Proyek Bibit Bawang 46 Milyar
0
SHARES
17
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta,IndonesiaVisioner.-Soal pengadaan bibit bawang senilai 46 Milyar di Kabupaten Bima makin menguat, hal ini bisa berdampak pada kelanjutan dan kebaikan nasib Daerah tingkat TK II Bima.

Potensi kejahatan yang bersumber dari kealpaan Bupati Bima telah mencoreng wibawa pemerintahan Jokowi, dua kantor KPUT di segel oleh warga Belo & Woha. Hal yang sama membias pada pemblokiran jalan raya di Desa Kalampa.

Itu sebabnya, saya meminta pada Wakil Ketua DPD RI Bapak Farouk Muhammad (dapil NTB asal Bima) untuk turun tangan sebagai perwujudan dari tugas DPD RI mengawasi pelaksanaan UU Otoda agar Kabupaten Bima tidak dibajak dengan perilaku korup dan curang dalam memanfaatkan alokasi Dana Pusat bagi kelanjutan nasib petani yang murupakan mayoritas warga bima.

Hal ini disampaikan oleh Adi Baiquni selaku tokoh muda Masyarakat Bima di Jakarta (1/12/2016)

Hadirnya jajaran Dirjen Holtikutura di Kabupaten Bima kemarin siang (30/11/2/2016) dengan mengundang sejumlah kelompok Tani serta ditandai pembagian Het Traktor secara simbolik harus dibaca sebagai wujud keresahan bahkan ketakutan pasca terkuaknya implementasi proyek pengadaan bibit bawang yang amburadul, cara-cara seperti ini hanyalah Akalan Bupati Bima yg seolah terlihat bersih ditengah lumpur.

Adi mencotokan, Wakil Ketua DPD II Partai Golkar yang bernama Ismail hadir sebagai simbol perwakilan petani. Sementara dia selaku pihak yang memerima bibit bawang justru di jual di Kecamatan Monta, hal ini tambah Adi, diperkuat oleh pangakuan KUPT Langguna dalam sidang paripurna Dewan TK II BIMA bahwa Ismail tidak merupakan kelompok tani yang teregister di Administrasi dinas Pertanian, demikian kata Edi Mukhlis anggota DPRD Kabupaten Bima Dapil IV.

Kami mendukung program pemerintah pusat meningkatkan kesejahteraan petani hidup petani bawang, tapi kami protes karena pelaksanaan yang tidak tepat sasaran dan kehilangan fungsi pengawasan. Kiranya Wakil Ketua DPD RI turun tangan agar mengetahui realitas lapangan yang terjadi. Selain kewajibannya sebagai elite di parlemen, juga beliau (Pak Farouk) tunjukan kepeduliannya terhadap petani bawang. Tutup mantan Aktivis HMI ini (MR. Vis)

Previous Post

Pemuda NTB Jakarta: Dugaan Skandal Korupsi Bibit Bawang Merah di Bima Harus Diusut Tuntas

Next Post

Bakornas LKMI PB HMI Mengecam Oknum yang bawa Bendera HMI

Related Posts

Polemik Pernyataan Wamentan soal Petani Happy, Publik Diminta Baca Utuh Konteksnya
Ekonomi

Polemik Pernyataan Wamentan soal Petani Happy, Publik Diminta Baca Utuh Konteksnya

Mei 26, 2026
Airlangga Pastikan Tekanan Rupiah Terkendali, Beda 2004-2014
Ekonomi

Airlangga Pastikan Tekanan Rupiah Terkendali, Beda 2004-2014

Mei 26, 2026
Gagas Nusantara Imbau Publik Tak Terprovokasi Hoaks Pembatasan BBM
BUMN

Gagas Nusantara Imbau Publik Tak Terprovokasi Hoaks Pembatasan BBM

Mei 22, 2026
Harga Emas Turun, Dibanderol Rp3,122 Juta per Gram
BUMN

Emas Antam To The Moon Rekor Rp2,8 Juta, Tapi Saham ANTM Malah Longsor 17%! Ada Apa?

Mei 21, 2026
Pastikan Migrasi Aman, JNPM Dukung Langkah Menteri Lewat Penguatan Audit Lapangan
Ekonomi

Kawal Gernas Migran Aman, JNPM Dukung Langkah Menteri Mukhtarudin

Mei 21, 2026
Simak Bukti Kebijakan di Balik Swasembada & Kesejahteraan Petani
Ekonomi

Simak Bukti Kebijakan di Balik Swasembada & Kesejahteraan Petani

April 27, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

“Bukan Hitungan Hari, Tapi Bobot Negeri” Dasco Ajak Debat Diplomasi Naik Kelas

LHK: Stabilitas Pemerintahan Kota Kendari Tetap Terjaga di Tengah Berbagai Isu

Polemik Pernyataan Wamentan soal Petani Happy, Publik Diminta Baca Utuh Konteksnya

Yeka Hendra Fatika Ombusdman jadi Tersangka Perintangan Penyidikan Korupsi

Airlangga Pastikan Tekanan Rupiah Terkendali, Beda 2004-2014

Masyarakat Sumatera Mulai Rasakan Percepatan Pemulihan, Dasco Terus Kawal Satgas

TERPOPULER

“Bukan Hitungan Hari, Tapi Bobot Negeri” Dasco Ajak Debat Diplomasi Naik Kelas

LHK: Stabilitas Pemerintahan Kota Kendari Tetap Terjaga di Tengah Berbagai Isu

Polemik Pernyataan Wamentan soal Petani Happy, Publik Diminta Baca Utuh Konteksnya

Yeka Hendra Fatika Ombusdman jadi Tersangka Perintangan Penyidikan Korupsi

Airlangga Pastikan Tekanan Rupiah Terkendali, Beda 2004-2014

Masyarakat Sumatera Mulai Rasakan Percepatan Pemulihan, Dasco Terus Kawal Satgas

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved