Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

KAHMI Muda Kritisi Perbedaan Pernyataan Jokowi dan DJP Terkait Kebocoran Data NPWP

by Visioner Indonesia
September 21, 2024
in Ekonomi
Reading Time: 2min read
0
SHARES
32
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
Direktorat Jenderal Pajak

Jakarta, 21 September 2024– KAHMI Muda Jakarta, melalui ketua Zulfikari menyatakan keprihatinan atas kebingungan yang ditimbulkan oleh perbedaan pernyataan antara Presiden Joko Widodo dan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) terkait kebocoran data 6 juta NPWP yang diduga bocor dan dijual di forum gelap. Insiden ini tidak hanya mengancam keamanan data pribadi, tetapi juga kepercayaan masyarakat terhadap sistem keamanan data di Indonesia.

Presiden Jokowi dalam beberapa kesempatan telah menekankan pentingnya langkah mitigasi cepat untuk mengatasi kebocoran data ini. Jokowi menyoroti bahwa kebocoran data pribadi, termasuk milik dirinya dan keluarganya, adalah masalah serius yang memerlukan penanganan segera. “Mitigasi harus dilakukan secepat-cepatnya dan yang paling penting, kejadian serupa tidak boleh terulang,” tegas Jokowi saat kunjungannya ke Surabaya. Jokowi mengakui bahwa kebocoran data ini telah terjadi di banyak negara, tetapi ia mendesak pemerintah Indonesia untuk belajar dari kasus ini dan mengutamakan perlindungan data warganya.

Namun, DJP, melalui Dirjen Pajak Suryo Utomo, membantah adanya kebocoran data dari sistem mereka. Dalam pernyataannya, Suryo menyebut bahwa log akses selama enam tahun terakhir tidak menunjukkan adanya indikasi kebocoran data dari sistem perpajakan. Menurut Suryo, data yang tersebar tidak berkaitan langsung dengan kewajiban perpajakan. Pernyataan ini menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat, mengingat pernyataan Presiden yang mengisyaratkan sebaliknya.

Zulfikar menilai perbedaan pernyataan ini sangat membingungkan publik dan merusak kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan data oleh lembaga negara. “Ketika ada ketidakselarasan pernyataan dari Presiden dan DJP, masyarakat kehilangan arah dan kepercayaan terhadap penanganan kasus ini,” kata Zulfikar, kelda awak media Sabtu (21/9))

Sisi lain disampaikan Teguh Aprianto, pendiri Ethical Hacker Indonesia, adalah masalah serius yang harus ditanggapi secara transparan. Dengan penjualan data tersebut di forum gelap seharga Rp 150 juta, risiko penyalahgunaan informasi oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab sangat tinggi.

Zulfikar mendesak DJP dan seluruh instansi terkait, termasuk Kemenkominfo dan BSSN, untuk segera memberikan penjelasan yang jelas dan detail mengenai kebocoran ini, serta memastikan langkah-langkah mitigasi yang tepat diambil. Koordinasi antara lembaga harus ditingkatkan untuk mencegah insiden serupa terjadi di masa mendatang.

“Kebocoran data, terutama yang melibatkan informasi sensitif seperti NPWP dan NIK, tidak boleh dianggap enteng. Kami meminta agar instansi terkait segera bertindak dan memberikan jaminan keamanan bagi masyarakat,” ujarnya.

Zulfikar yg akrab di panggil Mat Peci juga mengimbau agar pemerintah memprioritaskan pembaruan sistem keamanan siber dan memperketat regulasi perlindungan data pribadi.

Menurutnya, insiden ini harus menjadi momentum bagi pemerintah untuk memperkuat keamanan data dan melibatkan masyarakat dalam pengawasan pengelolaan data pribadi. Langkah mitigasi yang lebih proaktif, transparan, dan kolaboratif dengan semua pemangku kepentingan harus segera dilakukan demi mencegah kejadian serupa di masa depan.

Previous Post

Diskusi Mahasiswa Sumsel Jabodetabek: Sikapi Perkembangan dan Persoalan Jelang Pilkada Serentak 2024

Next Post

Sambut Baik Undian Nomor Urut, Don Mike: Ajak Masyarakat Sultra Menangkan Ruksamin-Sjafei Kahar

Related Posts

Harga BBM Nonsubsidi Naik, Bahlil Mau Cegah Pertalite-Solar Jebol
Ekonomi

Harga BBM Nonsubsidi Naik, Bahlil Mau Cegah Pertalite-Solar Jebol

April 21, 2026
Pertamax Tak Naik, Bahlil Buka Soal Kemungkinan Penyesuaian Harga
BUMN

Pertamax Tak Naik, Bahlil Buka Soal Kemungkinan Penyesuaian Harga

April 21, 2026
Pemerintah Kerek Harga Tabung Gas Nonsubsidi
Ekonomi

Pemerintah Kerek Harga Tabung Gas Nonsubsidi

April 21, 2026
Harga Emas Antam Menguat Tipis pada Perdagangan Sabtu
Ekonomi

Harga Emas Antam Naik Saat Emas Dunia Malah Turun

April 21, 2026
Gencatan Senjata AS-Iran Hampir Selesai, Mau Jual atau Beli Emas?
Ekonomi

Gencatan Senjata AS-Iran Hampir Selesai, Mau Jual atau Beli Emas?

April 21, 2026
Rupiah Juara Asia Pagi Ini
Ekonomi

Rupiah Juara Asia Pagi Ini

April 21, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

Layanan Digital Polri: Hadiah Inovasi Bagi Warga yang Merindukan Pelayanan Cepat dan Transparan

Harga BBM Nonsubsidi Naik, Bahlil Mau Cegah Pertalite-Solar Jebol

Pertamax Tak Naik, Bahlil Buka Soal Kemungkinan Penyesuaian Harga

Pemerintah Kerek Harga Tabung Gas Nonsubsidi

Harga Emas Antam Naik Saat Emas Dunia Malah Turun

Gencatan Senjata AS-Iran Hampir Selesai, Mau Jual atau Beli Emas?

TERPOPULER

Layanan Digital Polri: Hadiah Inovasi Bagi Warga yang Merindukan Pelayanan Cepat dan Transparan

Harga BBM Nonsubsidi Naik, Bahlil Mau Cegah Pertalite-Solar Jebol

Pertamax Tak Naik, Bahlil Buka Soal Kemungkinan Penyesuaian Harga

Pemerintah Kerek Harga Tabung Gas Nonsubsidi

Harga Emas Antam Naik Saat Emas Dunia Malah Turun

Gencatan Senjata AS-Iran Hampir Selesai, Mau Jual atau Beli Emas?

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved