Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

Mukhtarudin Didorong Jadikan PMI Aset Terlindungi, Bukan Komoditas

by Visioner Indonesia
Oktober 1, 2025
in Ekonomi
Reading Time: 2min read

JAKARTA – Fenomena meningkatnya permintaan pekerja migran Indonesia (PMI) dari Jepang membuka babak baru bagi kebijakan ketenagakerjaan internasional. Negeri Sakura menghadapi krisis tenaga kerja akibat populasi menua dan tingkat kelahiran rendah. Indonesia, dengan jumlah tenaga kerja melimpah, menjadi salah satu pemasok utama. Namun persoalannya tidak sederhana: di balik peluang ekonomi, selalu ada risiko eksploitasi.

Pekerja migran kerap dianggap mesin devisa, padahal mereka juga warga negara yang berhak atas perlindungan penuh. Banyak kasus menunjukkan kontrak kerja tidak transparan, jam kerja berlebihan, hingga akses terbatas pada layanan hukum dan kesehatan. Kondisi ini membuat isu PMI tidak bisa hanya dilihat sebagai urusan ekonomi, melainkan menyangkut martabat negara dalam melindungi warganya di luar negeri.

Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, menegaskan komitmen pemerintah memperkuat kerja sama internasional. Arah kebijakan Presiden Prabowo Subianto jelas: menjadikan PMI sebagai aset ekonomi nasional yang terlindungi sepenuhnya. Pernyataan itu menandai pergeseran penting: dari sekadar mengirim tenaga kerja, menuju diplomasi perlindungan.

Namun, tantangannya tidak ringan. Perlu konsistensi dalam menegakkan standar gaji, jaminan sosial, dan asuransi kesehatan, serta mekanisme pengawasan yang bisa bekerja cepat ketika PMI menghadapi masalah. Diplomasi bilateral dengan Jepang harus menempatkan perlindungan sebagai prioritas, bukan sekadar kuota penempatan.

Jaringan Aktivis Nusantara (JAN), mengingatkan bahwa logika dagang tidak boleh mendominasi. “Jangan sampai pekerja migran Indonesia diperlakukan seperti komoditas ekspor. Mereka manusia, warga negara, dan pemerintah wajib memastikan mereka bekerja dalam kondisi yang bermartabat,” kata Romadhon Jasn Ketua JAN, Rabu (1/10/2025)

Peningkatan kualitas juga menjadi syarat mutlak. Jepang menuntut disiplin, efisiensi, dan kompetensi. Karena itu, pelatihan bahasa, keterampilan teknis, dan pemahaman hukum ketenagakerjaan harus menjadi investasi utama. PMI yang berdaya saing akan memiliki posisi tawar lebih tinggi dan terhindar dari jebakan kerja murah.

Romadhon menekankan pentingnya integritas dalam tata kelola migrasi. “Pemerintah harus memastikan bahwa tidak ada figur bermasalah atau berurusan dengan hukum yang diberi ruang dalam kebijakan penempatan PMI, karena hal itu hanya akan merusak kredibilitas negara,” ujarnya.

Mukhtarudin sebagai menteri baru memikul beban ekspektasi besar. Ia tidak hanya dituntut memperkuat kerja sama internasional, tetapi juga membenahi tata kelola domestik: data pekerja yang akurat, sistem pengaduan yang mudah diakses, serta perlindungan hukum yang nyata. Keberhasilan kementeriannya akan diukur bukan dari jumlah remitansi, melainkan dari berapa banyak PMI yang pulang dengan selamat dan sejahtera.

Akhirnya, peluang penempatan PMI ke Jepang harus dibaca sebagai ujian politik sekaligus moral. “Hadiah terbesar dari mentri baru adalah keberanian menempatkan perlindungan PMI di atas kepentingan jangka pendek. Itulah ukuran komitmen negara kepada rakyatnya yang bekerja jauh dari tanah air,” tutup Romadhon.

Previous Post

Putusan PK Irfan Suryanagara Dinilai Janggal, Mahasiswa Demo Mahkamah Agung dan Komisi Yudisial

Next Post

Dapur Polri Nol Kasus Keracunan, JAN: Teladan untuk MBG Nasional

Related Posts

OJK: Blokir Ribuan Aplikasi Tak Cukup, 30 Pinjol Ilegal Baru Muncul Setiap Hari
Ekonomi

OJK: Blokir Ribuan Aplikasi Tak Cukup, 30 Pinjol Ilegal Baru Muncul Setiap Hari

Agustus 9, 2026
Wamenpar: Festival Lembah Baliem Perkuat Ekonomi Masyarakat Papua Pegunungan
Daerah

Wamenpar: Festival Lembah Baliem Perkuat Ekonomi Masyarakat Papua Pegunungan

Agustus 9, 2026
PT PAL Mulai Bangun Kapal Selam Scorpene, Bukti Kemandirian Industri Pertahanan RI
Ekonomi

PT PAL Mulai Bangun Kapal Selam Scorpene, Bukti Kemandirian Industri Pertahanan RI

Agustus 9, 2026
PHK 1.900 Karyawan GNI, Suami Istri Terdampak Efisiensi
Daerah

PHK 1.900 Karyawan GNI, Suami Istri Terdampak Efisiensi

Agustus 9, 2026
Danantara Targetkan Deretan BUMN Raksasa IPO, Pegadaian hingga Pelindo
BUMN

Danantara Targetkan Deretan BUMN Raksasa IPO, Pegadaian hingga Pelindo

Agustus 9, 2026
Ekonomi

Angka Kemiskinan Turun ke 8,07 Persen, Ekonom Soroti Kesenjangan dengan Kondisi Riil

Agustus 8, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

OJK: Blokir Ribuan Aplikasi Tak Cukup, 30 Pinjol Ilegal Baru Muncul Setiap Hari

Massa Bakar Kantor PT Timah di Belitung, Penambang Tolak Penghentian Pembelian Bijih

Demo Massal di Belitung, Penambang Timah Desak Pemerintah Segera Terbitkan Perpres dan Buka Pembelian

Kemenpar Petakan Wisata Bahari, Dari Kapal Pesiar Hingga Liveaboard

Wamenpar: Festival Lembah Baliem Perkuat Ekonomi Masyarakat Papua Pegunungan

Titi Kamal Yakin Film “Perumahan Laddaland” Versi Indonesia Lebih Seram dari Thailand

TERPOPULER

OJK: Blokir Ribuan Aplikasi Tak Cukup, 30 Pinjol Ilegal Baru Muncul Setiap Hari

Massa Bakar Kantor PT Timah di Belitung, Penambang Tolak Penghentian Pembelian Bijih

Demo Massal di Belitung, Penambang Timah Desak Pemerintah Segera Terbitkan Perpres dan Buka Pembelian

Kemenpar Petakan Wisata Bahari, Dari Kapal Pesiar Hingga Liveaboard

Wamenpar: Festival Lembah Baliem Perkuat Ekonomi Masyarakat Papua Pegunungan

Titi Kamal Yakin Film “Perumahan Laddaland” Versi Indonesia Lebih Seram dari Thailand

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved