Tokyo, 5 Oktober 2026 – Pavilion Wonderful Indonesia di Tourism Expo Japan (TEJ) 2026 mencatatkan hasil positif. Selama tiga hari pameran yang berlangsung pada 1-3 Oktober 2026 di Tokyo Big Sight, Japan, pavilion Indonesia berhasil mencatat potensi kunjungan sekitar 5.600 wisatawan dari pasar Jepang.
Angka tersebut merupakan akumulasi dari transaksi yang terjadi selama pameran, termasuk pembelian paket wisata secara langsung, penjajakan kerja sama dengan agen perjalanan Jepang, serta minat wisatawan yang terkumpul melalui konsultasi di booth Indonesia.
Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Enik Ermawati, yang memimpin delegasi Indonesia dalam pameran tersebut, menyatakan bahwa capaian ini menunjukkan kepercayaan pasar Jepang terhadap destinasi Indonesia masih sangat tinggi.
“Kami mencatat sekitar 5.600 potensi kunjungan wisatawan Jepang ke Indonesia dari berbagai transaksi dan penjajakan yang terjadi selama TEJ 2026. Ini capaian yang positif dan menjadi modal penting untuk terus menggenjot kunjungan wisatawan Jepang,” ujar Wamen Enik dalam keterangannya di Tokyo, Jumat (3/10/2026).
Delegasi Indonesia
Delegasi Indonesia dalam Tourism Expo Japan 2026 terdiri dari 18 peserta yang meliputi perwakilan dari Kementerian Pariwisata, lima hotel dan resor, tujuh agen perjalanan, dua maskapai penerbangan, serta tiga pelaku industri pariwisata lainnya.
Mereka menampilkan beragam paket wisata, mulai dari wisata alam, budaya, kuliner, hingga wisata belanja. Destinasi unggulan seperti Bali, Yogyakarta, Jakarta, Lombok, dan Labuan Bajo menjadi daya tarik utama bagi pengunjung pameran.
Program Promosi
Selama pameran, Pavilion Wonderful Indonesia menggelar berbagai kegiatan promosi, antara lain:
· Presentasi destinasi: Memperkenalkan lima Destinasi Super Prioritas (DSP) dan sejumlah destinasi unggulan lainnya.
· Table top meeting: Memfasilitasi pertemuan bisnis antara pelaku industri pariwisata Indonesia dan Jepang.
· Kelas budaya: Menampilkan pertunjukan tari tradisional dan workshop singkat tentang budaya Indonesia.
· Kuliner Indonesia: Menyajikan berbagai makanan khas Indonesia kepada pengunjung pameran.
· Lucky draw: Memberikan hadiah berupa paket wisata dan cendera mata menarik bagi pengunjung yang beruntung.
Wamen Enik juga menyempatkan diri melakukan pertemuan bilateral dengan sejumlah pemangku kepentingan pariwisata Jepang, termasuk Japan Association of Travel Agents (JATA), untuk membahas penguatan kerja sama dan peningkatan konektivitas.
Pasar Jepang Masih Potensial
Jepang merupakan salah satu pasar utama wisatawan mancanegara bagi Indonesia. Sebelum pandemi, jumlah wisatawan Jepang ke Indonesia mencapai lebih dari 500 ribu kunjungan per tahun. Setelah pandemi, jumlahnya berangsur pulih dan pada 2025 mencapai sekitar 350 ribu kunjungan.
Dengan capaian di Tourism Expo Japan 2026, Kementerian Pariwisata optimistis dapat menembus angka 400 ribu kunjungan wisatawan Jepang pada akhir 2026. Berbagai upaya terus dilakukan, termasuk meningkatkan konektivitas penerbangan langsung dan memperkuat promosi di pasar Jepang.
“Kami akan terus hadir di berbagai ajang promosi di Jepang. Selain itu, kami juga akan bekerja sama dengan maskapai dan agen perjalanan untuk mempermudah wisatawan Jepang datang ke Indonesia,” pungkas Wamen Enik.
Jakarta, 5 Oktober 2026
Redaksi




















