Jakarta, 18 Oktober 2026 – Wonderful Indonesia Tourism Fair (WITF) 2026 resmi digelar di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, pada 16-18 Oktober 2026. Ajang ini menjadi ruang promosi destinasi unggulan Indonesia sekaligus membuka peluang kerja sama antara pelaku industri pariwisata nasional dengan mitra internasional.
WITF 2026 mengusung tema “Explore the Wonders of Indonesia” dan diikuti oleh lebih dari 200 peserta, terdiri dari perwakilan pemerintah daerah, pelaku usaha pariwisata, hotel, maskapai penerbangan, agen perjalanan, hingga pelaku ekonomi kreatif. Sejumlah pembeli (buyer) dari berbagai negara turut hadir, termasuk dari Malaysia, Singapura, Australia, Jepang, Korea Selatan, dan Timur Tengah.
Promosi Destinasi Unggulan
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana membuka acara tersebut pada Jumat (16/10/2026). Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa WITF menjadi momentum strategis untuk memperkenalkan lima Destinasi Super Prioritas (DSP) dan sejumlah destinasi unggulan lainnya.
“WITF bukan sekadar pameran. Ini adalah jembatan antara potensi pariwisata Indonesia dan pasar global. Kita ingin dunia semakin mengenal keindahan dan kekayaan budaya Indonesia,” ujar Menpar.
Beberapa destinasi yang dipromosikan antara lain Danau Toba, Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo, Likupang, serta destinasi pendukung seperti Yogyakarta, Bali, Lombok, dan Raja Ampat.
Peluang Kerja Sama
Selama tiga hari, WITF 2026 menghadirkan berbagai agenda, termasuk table top meeting antara penjual (seller) dan pembeli (buyer), seminar pariwisata, workshop pengembangan produk, hingga sesi business matching. Kegiatan ini difasilitasi untuk mempertemukan pelaku usaha Indonesia dengan mitra internasional.
Ketua Panitia WITF 2026, I Putu Winastra, menyatakan bahwa ajang ini mencatat potensi transaksi senilai ratusan miliar rupiah. “Kami menargetkan potensi transaksi mencapai Rp300 miliar dari berbagai kesepakatan yang terjalin selama pameran,” ujarnya.
Beberapa kesepakatan yang tercatat antara lain paket wisata dari agen perjalanan Malaysia dan Singapura, kerja sama penginapan dengan hotel di Bali dan Yogyakarta, serta pemesanan paket MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) dari perusahaan asal Korea Selatan.
Dukungan Ekonomi Kreatif
Selain pariwisata, WITF 2026 juga menampilkan produk ekonomi kreatif dari berbagai daerah, mulai dari kerajinan tangan, fesyen, kuliner, hingga kopi. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah mendorong pariwisata yang berkelanjutan dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat lokal.
“Kami ingin pariwisata tidak hanya dinikmati wisatawan, tetapi juga menjadi sumber penghidupan bagi masyarakat. Ekonomi kreatif adalah bagian tak terpisahkan dari itu,” tegas Menpar.
Harapan ke Depan
Menteri Pariwisata berharap WITF menjadi agenda tahunan yang semakin besar dan mendunia. Menurutnya, promosi yang konsisten dan kerja sama yang kuat akan mendorong peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia.
“Dengan kolaborasi semua pihak, kita optimistis pariwisata Indonesia akan terus tumbuh dan memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian nasional,” pungkasnya.





















