Menpar Ajak GIPI Perkuat Ekosistem Pariwisata Nasional di Tengah Tekanan Geopolitik

Jakarta, 15 Oktober 2026 – Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana mengajak Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) untuk memperkuat ekosistem pariwisata nasional di tengah tekanan geopolitik global yang semakin kompleks. Ajakan ini disampaikan dalam pertemuan dengan pengurus GIPI di Kantor Kementerian Pariwisata, Jakarta, Rabu (14/10/2026).

Menpar menegaskan bahwa ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan fluktuasi ekonomi global berdampak pada sektor pariwisata, terutama pada konektivitas penerbangan dan biaya operasional. Karena itu, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci untuk menjaga daya saing destinasi Indonesia.

“Kita tidak bisa mengendalikan situasi global, tetapi kita bisa memperkuat fondasi di dalam negeri. GIPI adalah mitra strategis dalam memastikan ekosistem pariwisata kita tetap tangguh,” ujar Menpar.

Tiga Fokus Utama

Menpar memaparkan tiga fokus utama dalam memperkuat ekosistem pariwisata nasional. Pertama, penguatan konektivitas, termasuk mendorong pembukaan rute penerbangan langsung dari pasar-pasar potensial. Kedua, peningkatan kualitas destinasi dan layanan, terutama di lima Destinasi Super Prioritas. Ketiga, pengembangan pariwisata berbasis komunitas yang melibatkan UMKM dan masyarakat lokal.

“Kita ingin pariwisata tidak hanya soal angka kunjungan, tetapi juga soal manfaat yang dirasakan masyarakat. Ini yang harus kita jaga bersama,” tegasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya diversifikasi pasar. Jika sebelumnya Indonesia terlalu bergantung pada satu atau dua pasar utama, kini saatnya memperluas jangkauan ke pasar-pasar baru seperti India, Timur Tengah, dan Eropa Timur.

GIPI Siap Dukung

Ketua Umum GIPI, Hariyadi Sukamdani, menyatakan komitmennya untuk mendukung kebijakan pemerintah. Menurutnya, industri pariwisata siap beradaptasi dengan dinamika global, termasuk mengantisipasi dampak ketegangan geopolitik.

“Kami siap bekerja sama. GIPI akan mengerahkan seluruh anggotanya untuk memastikan pariwisata Indonesia tetap tumbuh, meskipun menghadapi tekanan global,” ujar Hariyadi.

Ia juga mengusulkan agar pemerintah memberikan insentif bagi pelaku usaha pariwisata yang terdampak, terutama dalam bentuk keringanan pajak dan biaya operasional. “Kita perlu dukungan agar tetap bisa bertahan dan bersaing,” tambahnya.

Antisipasi Dampak Geopolitik

Kementerian Pariwisata mencatat bahwa ketegangan di Timur Tengah telah memengaruhi rute penerbangan dari Eropa ke Asia, termasuk ke Indonesia. Beberapa maskapai dilaporkan mengalihkan rute dan menyesuaikan jadwal, yang berdampak pada kunjungan wisatawan mancanegara.

Pemerintah terus berkoordinasi dengan maskapai dan otoritas bandara untuk memitigasi dampak tersebut. Selain itu, Kementerian Pariwisata juga mengintensifkan promosi di pasar-pasar yang tidak terdampak langsung, serta mendorong wisatawan domestik untuk tetap berwisata di dalam negeri.

“Kita tidak boleh hanya bergantung pada wisatawan asing. Pasar domestik adalah kekuatan kita. Ini yang harus kita optimalkan,” pungkas Menpar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terkait

Terbaru