Pemerintah China yang sering kali menjadi langganan kritik setiap tahunnya oleh Amerika Serikat (AS) mengenai pelanggaran HAM melakukan serangan balasan. China menerbitkan laporan tahunan yang berisi borok pelanggaran HAM yang dilakukan oleh AS.
Laporan panjang pelanggaran HAM AS tersebut diterbitkan oleh kantor Informasi Dewan Negara China yang dirilis kantor berita Xianhua, Jum’at (26/6/2015). “AS melanggar Hak Asasi Manusia (HAM) di negara-negara lain dengan cara yang lebih berani, dan layak diberi lebih dari kartu merah di bidang HAM internasional,” bunyi pernyataan kantor tersebut.
“AS dihantui dengan penyebaran senjata dan sering terjadi kejahatan, kekerasan yang mengancam hak-hak sipil warga negara tersebut,” demikian bunyi dari salah satu kutipan laporan pelanggaran HAM AS yang dibuat China.
Sebelumnya pada Kamis, Departemen Luar Negeri (Deplu) AS menerbitkan sebuah laporan tahunan mengenai kondisi HAM secara global. China masuk ke dalam daftar laporan pelanggaran HAM tersebut. “Penindasan dan pemaksaan yang rutin terhadap aktivis, etnis minoritas, dan firma hukum yang mengambil kasus-kasus sensitive,” bunyi laporan HAM yang dibuat AS, yang menyudutkan negara tirai bambu.
Laporan pelanggaran HAM sudah lama menjadi salah satu sumber ketegangan antara China dan AS yang merupakan dua kekuatan raksasa ekonomi dunia. Penggunaan laporan HAM untuk menyudutkan salah satu negara tersebut pertama kali muncul pada tahun 1989, di mana pada saat itu AS menjatuhkan sanksi terhadap China setelah terjadi peristiwa tragedi Tiananmen di Beijing, china.
Laporan HAM yang dikeluarkan China sebagian besar disusun dari artikel media AS. “Diskriminasi rasial telah menjadi masalah kronis dalam Catatan Pelanggaran HAM AS,” sebut laporan yang dibuat China.
(baca : Kebijakan Pemerintah China Larang Umat Muslim Puasa)




