JAKARTA – INDONESIA VISIONER- PT Pertamina (Persero) berencana membangun Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) mini di berbagai daerah yang mempunyai masalah dalam keekonomisan harga BBM. Namun, SPBU mini ini bukan seperti Pertamini yang sudah berjamur di kota-kota besar.
SPBU mini akan menjawab mahalnya harga BBM eceran di wilayah Indonesia bagian timur. Apalagi di sana masih ada beberapa daerah yang belum memiliki SPBU.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM IGN Wiratmadja mengungkapkan, izin pembangunan SPBU mini harus melalui perizinan di Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Pihaknya hanya mengevaluasi sistem keamanan (safety system) dari SPBU mini yang bakal dibangun Pertamina.
“Izin-izinnya kan melalui BKPM, kita evaluasi di sini dan ada beberapa hal seperti safety ya, kita pegang safety system,” ucap Wirat di kantornya, Jakarta, Jumat (8/4/2016).
Wirat menambahkan, hingga sampai saat ini, belum menerima surat resmi dari Pertamina maupun BKPM mengenai perizinan pembangunan SPBU mini.
“Kita belum nerima surat resminya, itu kan dari BKPM minta dievaluasi di sini izinnya ada di BKPM,” jelasnya.
“Yang mini-mini belum nerima proposal resminya, karena masih di BKPM. Nanti kita evaluasi di sini safetynya,” tukasnya. (Hdr-VIS)






