Jakarta, IndonesiaVisioner-. Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi Kementerian ESDM Rida Mulyana menyatakan pembentukan perusahaan khusus untuk energi baru dan terbarukan (EBT), rencananya ada di bawah PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), masih pada tahap diskusi.
“Ini masih diskusi secara internal pemerintah. Ada beberapa hal yang masih dibicarakan, antara lain mengenai bentuknya seperti apa, mekanisme pengelolaannya, dan perusahaan mana yang berpotensi untuk ditunjuk menjadi pengelola,” kata Rida di Jakarta, Jumat (15/4/2016).
Rida menambahkan, salah satu mekanisme yang menjadi dipertimbangkan adalah menggunakan badan layanan umum (BLU).
Adapun pemerintah, lanjut Rida, memang lebih condong menjadikan salah satu anak perusahaan PT PLN untuk mengelola EBT daripada harus membuat perusahaan baru. Hal ini karena, PLN akan mengalami kesulitan jika langsung menangani EBT yang membutuhkan biaya relatif mahal.
“Pemerintah juga terus mendorong pemanfaatan energi baru dan terbarukan (EBT) sampai 20 persen” tutup Riha. (MR. Vis)






