Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

Tata Kelola Energi Butuh Perbaikan di Tengah Kritik Publik

by Visioner Indonesia
Mei 13, 2025
in Migas
Reading Time: 2min read
0
SHARES
31
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
BPH Migas

JAKARTA – Pengelolaan energi hilir pada 2025 menuai sorotan publik. Program BBM Satu Harga dan PNBP Rp 1,39 triliun pada 2023 menunjukkan kemajuan, namun pengawasan subsidi BBM dan tarif gas memicu keluhan. Kritik menyoroti kebutuhan tata kelola yang lebih transparan dan adil. Direktur Gagas Nusantara, Romadhon Jasn, menilai kritik ini penting untuk mendorong sistem yang lebih baik.

Pada 2023, BPH Migas membangun 89 penyalur BBM Satu Harga, mencapai 512 penyalur, dengan PNBP 161,25% dari target Rp 864,42 miliar. Pada 2025, target 583 penyalur dikejar. Penyaluran JBT Solar mencapai 102,69% dari 17 juta KL pada 2023, tapi Pertalite hanya 91,43% dari 32,56 juta KL. “Capaian ada, tapi kelemahan nyata,” ujar Romadhon dalam pernyataannya, Selasa (13/5/2025).

Pengawasan subsidi BBM jadi sorotan utama. Penyimpangan 1,75 juta liter BBM bersubsidi pada 2023 dan kasus di 12 provinsi pada 2025 mengungkap celah sistem. Di media sosial, 32 ribu cuitan #BBMSubsidi mengeluhkan antrean SPBU dan penyalahgunaan. Romadhon menilai kritik bisa mendorong digitalisasi, seperti QR Code yang sudah diujicoba.

Capaian distribusi gas bumi juga terlihat, dengan jaringan 20.500 km pada 2025, melebihi target 15.800 km. Namun, kritik tetap muncul karena pengawasan subsidi belum optimal. Romadhon menyoroti perlunya sistem yang lebih ketat untuk memastikan subsidi tepat sasaran, solusi teknologi harus jadi prioritas,” pungkasnya.

Tarif toll fee pipa gas yang tinggi membebani industri, memicu kritik tentang akses energi yang adil. Romadhon menyarankan dialog dengan pelaku industri untuk tarif yang lebih kompetitif. “Sistem yang inklusif akan memperkuat kepercayaan publik tanpa mengorbankan kemajuan,” ujarnya.

Kritik publik relevan jika membidik masalah, seperti distribusi subsidi yang lelet. Solusi teknis, seperti pelacakan berbasis blockchain, bisa menutup celah penyalahgunaan. “Kritik harus lahirkan perbaikan,” tegas Romadhon. Koordinasi melalui Posko Nasional ESDM perlu diperkuat untuk efisiensi.

Pendekatan teknis lebih efektif untuk memperbaiki sistem ketimbang kritik yang hanya riuh. Romadhon merekomendasikan pelatihan operator SPBU dan keterlibatan TNI/Polri, katanya. Ini memastikan subsidi BBM sampai ke petani dan nelayan, bukan disalahgunakan.

Kritik terhadap tata kelola energi harus terarah untuk hasil nyata. “Sistem yang baik melayani rakyat,” ujar Romadhon. Dengan capaian yang ada, pengelola energi harus merespons dengan transparansi dan inovasi untuk distribusi yang merata.

Tantangan ini membuka peluang reformasi. Romadhon menyerukan publik dilibatkan dalam pengawasan, tegasnya. Dengan tata kelola yang lebih rapi, energi bisa jadi pilar keadilan, mendukung Indonesia yang inklusif dan berdaulat.

Previous Post

Jaringan Korupsi Sugar Group dan Zarof Ricar: Kejagung Diminta Bongkar Tuntas Skandal Suap Rp70 Miliar Perkara Maruben

Next Post

Menyentuh yang Terlupakan: Tiga Terobosan Kesehatan Jakarta yang Mengubah Paradigma

Related Posts

Penampakan CNG Merah Putih 3 Kg, Lebih Besar dari Gas Melon?
Energi

Penampakan CNG Merah Putih 3 Kg, Lebih Besar dari Gas Melon?

Juli 4, 2026
Timur Tengah Kembali Panas, Rupiah & Mata Uang Asia Lemas
Ekonomi

Gejolak Harga Energi Berlanjut, Rupiah Masih Tertekan

April 27, 2026
Harga BBM Nonsubsidi Naik, Bahlil Mau Cegah Pertalite-Solar Jebol
Ekonomi

Harga BBM Nonsubsidi Naik, Bahlil Mau Cegah Pertalite-Solar Jebol

April 21, 2026
Pertamax Tak Naik, Bahlil Buka Soal Kemungkinan Penyesuaian Harga
BUMN

Pertamax Tak Naik, Bahlil Buka Soal Kemungkinan Penyesuaian Harga

April 21, 2026
Pemerintah Kerek Harga Tabung Gas Nonsubsidi
Ekonomi

Pemerintah Kerek Harga Tabung Gas Nonsubsidi

April 21, 2026
Ini Bukti Kapal Pertamina Lintasi Selat Hormuz
Ekonomi

Ini Bukti Kapal Pertamina Lintasi Selat Hormuz

April 19, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

Cegah Hoaks dan Kerusuhan, Dukung Deteksi Dini Digital

DPR soroti implementasi kebijakan komisi delapan persen ojol

BMKG: Waspada hujan ringan guyur sebagian besar wilayah RI pada Sabtu

Menhut klarifikasi isu keterlibatan dalam OTT KPK Bupati Kuansing

Geliat Ekonomi Menjelang Awal Masuk Sekolah

Penampakan CNG Merah Putih 3 Kg, Lebih Besar dari Gas Melon?

TERPOPULER

Cegah Hoaks dan Kerusuhan, Dukung Deteksi Dini Digital

DPR soroti implementasi kebijakan komisi delapan persen ojol

BMKG: Waspada hujan ringan guyur sebagian besar wilayah RI pada Sabtu

Menhut klarifikasi isu keterlibatan dalam OTT KPK Bupati Kuansing

Geliat Ekonomi Menjelang Awal Masuk Sekolah

Penampakan CNG Merah Putih 3 Kg, Lebih Besar dari Gas Melon?

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved