Jakarta,Visioner– Kordinator Forum Peduli BUMN, Romadhon Jasn, berharap PT Pertamina (Persero) lebih profesional dalam pengelolaan bahan bakar minyak (BBM) sehingga jangan ada lagi kelangkaan seperti yang terjadi belakangan ini. “Selama ini yang terjadi, di semua SPBU sering kekurangan stok, sehingga terjadi antrean panjang di SPBU, mohon hal tersebut tidak terjadi lagi,” katanya, Kamis, 26 April 2018.
Hal ini menanggapi perombakan jajaran direksi Pertamina pada Jumat pekan lalu. Selain Elia Massa Manik yang dicopot dari jabatan Direktur Utama, ada empat direktur yang diganti melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa perusahaan pelat merah itu. Untuk sementara, Kementerian BUMN menunjuk Nicke Widyawati sebagai pelaksana tugas Direktur Utama sekaligus Direktur SDM.
Romadhon berharap dengan pergantian jajaran direksi itu bakal membawa pengelolaan Pertamina yang lebih independen dan fokus untuk meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat. “Saya yakin, bila Pertamina dikelola secara fokus dan independen, akan jauh lebih baik, dan bisa perusahaan akan menjadi lebih besar dan kuat,” katanya.
Menurut Romadhon, Pertamina harus mendapatkan keleluasaan untuk bisa mengelola usahanya dengan lebih baik dan profesional tanpa campur tangan dari siapa pun. Begitu juga dengan pemerintah, harus meningkatkan fungsi pengawasannya, sehingga stabilitas BBM bisa terjaga dengan lebih baik.
“Kedepan, Pertamina harus dikelola oleh orang yang benar-benar profesional di bidangnya, tanpa intervensi dan campur tangan politik dari pihak manapun. Sehingga berbagai persoalan BBM dan gas termasuk upaya pengendalian distribusi, juga terlaksana secara baik dan bijak,” ucapnya.
Saat ini, tambah dia, distribusi BBM dan berjalan cukup baik, kendati sebelumnya sempat terjadi kelangkaan, karena Pertamina harus mengendalikan distribusi. “Menurut Pertamina, kelangkaan yang terjadi selama ini bukan pengurangan stok, tetapi pengendalian distribusi untuk BBM bersubsidi,” tuturnya.



