Jakarta, IndonesiaVisioner-. Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI), Dr. Ir. Akbar Tandjung mengajak seluruh kelompok Cipayung untuk terus mengumandangkan nilai-nilai sebagaimana yang terkandung dalam visi dan misi Cipayung yakni Indonesia yang dicita-citakan.
Hal ini disampaikannya dalam kesempatan silaturahmi Pengurus Pusat PMKRI (PP PMKRI) periode 2016-2018 di Perumahan Liga Mas, Akbar Tandjung Institute, Jakarta Timur, Rabu (21/04/2016).
Menurutnya, keberadaan kelompok Cipayung telah meletakkan dasar dan melahirkan pemikiran-pemikiran tentang Indonesia masa depan yang dicita-citakan.
“Menurut saya nilai-niai yang dicita-citakan harus terus dikumandangkan untuk selalu dikembangkan”, ungkapnya.
Indonesia yang dicita-citakan menurutnya bersumber dari tujuan nasional bangsa Indonesia sebagaimana yang tercantum dalam pembukaan UUD Republik Indonesia Tahun 1945 alinea ke empat, yakni melindungi bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum dan ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan social. Tujuan inilah menurut dia, kemudian diterjemahkan dalam visi dan misi kelompok Cipayung.
Terkait dengan arah gerak Cipayung, mantan Ketua DPR RI ini mengatakan bahwa terdapat perbedaan dalam aktualisasi perjuangan antara zaman orde baru dan pasca reformasi. Karena itu, ia mengajak kelompok cipayung untuk mampu menerjemahkan perkembangan dan perubahan zaman secara dinamis.
“Aktualisasi dari perhatian terhadap kehidupan berbangsa tentu berbeda. Orde baru focusnya pada pembangunan dan meningkatkan kesejahteran rakyat, sedangkan Reformasi lebih menekankan pada pertumbuhan ekonomi yang menghasilkan pemerataan kesejahteraan masyarakat”, pungkasnya.
Dalam menghadapi perkembangan dan perubahan menurutnya perlu ada penguatan kapasitas setiap anggota Cipayung. Perubahan adalah sesuatau yang niscaya, katanya. Suka atau tidak suka perubahan itu tetap ada. Karena itu ia mengharpakan agar berbagai kegiatan inovatif harus terus dikembangkan.
“Suka atau tidak suka, perubahan itu tetap ada, karenanya kita harus melakukan berbagai inovasi-inovasi untuk mengikuti perubahan-perubahan itu”, ungkapnya.
Akbar Tanjung juga akan mengadakan program sekolah kepemimpinan politik bangsa bagi kelompok Cipayung. Program ini mempelajari berbagai persoalan-persoalan politik dalam perspektif kebangsaan. Selain itu, merupakan tempat untuk mempersiapkan kader-kader bangsa ke depan. Tema-tema yang disuguhkan menurut dia sangat menarik, seperti Politik, demokrasi, pancasila konstitusi dan etika politik. Ia mengharapkan partisipasi dari kelompok Cipayung untuk mengikuti sekolah kepemimpinan politik tersebut.
“Saya sangat mengharapkan partisipasi dari adik-adik Cipayung untuk terlibat dalam program ini”, ujarnya.
Sementara itu, ketua Presidium Pengurus Pusat PMKRI, Angelus Wake Kako mengapresiasi program yang akan dimulai pada Mei mendatang ini. Angelo juga akan bersedia mengirim bebrapa kader Pengurus Pusat PMKRI untuk mengikuti program kepemimpinan politik tersebut.
“Saya akan mengirim beberapa pengurus untuk mengambil bagian dalam program ini”, katanya (MR. Vis)






