Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

Pengamat : Kemampuan tentara Filipina masih jauh dibawah TNI

by Aulia Rachman Siregar
April 21, 2016
in Nasional
Reading Time: 2min read
Pengamat : Kemampuan tentara Filipina masih jauh dibawah TNI
0
SHARES
52
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, IndonesiaVisioner-. Pengamat Hubungan Internasional Sidra Tahta Mukhtar mengemukakan, sesuai prinsip konstusi yang menegaskan “melindungi segenap bangsa Indonesia, dan seterusnya,” maka memang tugas negara adalah melakukan upaya perlindungan yang terbaik bagi keslamatan warga. Oleh karena itu, langkah pembebasan sandera dengan cara tebusan dana, merupakan satu langkah yang dapat memastikan agar sandera dapat dibebaskan.

“Pada masa SBY juga pola pemberian tebusan pernah berhasil dilakukan saat membebaskan Sandera di Afrika, dan juga penebusan TKW agar tak jadi dihukum mati” Kata Sidra.

Sidra menambahkan, Dukungan rakyat indonesia dalam pola perlindungan warga negara seperti itu sangat tinggi. “Kalau pak menkopolkam akan memilih opsi itu, berarti pemerintah meniru succes story SBY dimasa lalu”, Meski ada kelemahannya, pembebasan sandera dengan opsi tebusan dana, apalagi dalam jumlah besar, karena akan memperkuat pendanaan terorisme MILF (Moro Islamic Liberation Front) dan Abu Sayyaf Group.

Mengapa pihak Filipina menolak opsi tebusan dana, karena akan mempekuat pihak penyandera, dengan dana dari Indonesia bisa mereka gunakan untuk membangun kekuatan, jaringan internasional, bahkan pembelian senjata utk menghadapi pasukan tempur filipina.

Pengamatan saya, pihak Tentara kita kurang percaya dengan kemampuan pasukan khusus filipina dalam operasi pembebasan sandera, karena kemampuan mereka masih jauh dibawah kekuatan pasukan TNI dengan berbagai reputasi internasional.

Saya juga menilai, pernyataan menkopolkam tentang kemungkinan pilih opsi damai dengan menerima pemberian dana tebusan, menunjukkan pemerintah ingin pilih jalur perlindungan warga yang disandera dengan efektif, pasti dan selamat bagi warga yang disandera.

“Apalagi indonesia sangat siap memilih opsi damai, dalam kondisi ekonomi nasioanl yang relatif baik saat ini” sambung Dosen Politik Kepolisian Ini.

Tetapi dimasa depan, tambah Sidra, pemerintah perlu mengantisipasi agar negara atau pihak asing dengan mudah menyandera warga negara kita, serta memastikan penggunaan kekuatan militer secara maksimal melalui kerjasama keamanan. Mekanisme kerjasama sudah baik di ASEAN maupun ditingkat global.

“Kenapa kok Filipina seperti menutup diri, pada jaman Pak Harto dan presiden Soekarno terlihat kemampuan supremasi pertahanan Indonesia dikawasan Ini, dimana Indonesia sebagai “super power” di ASEAN” tambahnya

Oleh karena itu, untuk mengantisipasi kesulitan kerjasama menghadapi sandera, terorisme dan lainnya, perlu meningkatkan diplomasi dan pelatihan bersama. Sebagai contoh ketika nama TNI harum di Kamboja, karena menjadi pelatih utama Pasukan pengawalan presiden Kamboja.

“Kalau dana penebusan sandera itu dipakai untuk peningkatan kerjasama pertahanan Indonesia Filipina, maka saya yakin filipina akan membuka diri terhadap Indonesia” Kata Sidra melalui pesan singkatnya (21/4/2016) (MR. Vis)

Previous Post

Akbar Tandjung : Cipayung Terus Kumandangkan ‘Indonesia Yang Dicita-Citakan’

Next Post

Tahun 2025 Indonesia Menjadi Negara Pengguna Energi Panas Bumi Terbesar di Dunia

Related Posts

“Bukan Hitungan Hari, Tapi Bobot Negeri” Dasco Ajak Debat Diplomasi Naik Kelas
Nasional

“Bukan Hitungan Hari, Tapi Bobot Negeri” Dasco Ajak Debat Diplomasi Naik Kelas

Juni 3, 2026
Masyarakat Sumatera Mulai Rasakan Percepatan Pemulihan, Dasco Terus Kawal Satgas
Daerah

Masyarakat Sumatera Mulai Rasakan Percepatan Pemulihan, Dasco Terus Kawal Satgas

Mei 26, 2026
Harmoni Politik: Publik Membenarkan Penjelasan Dasco Terkait Keikhlasan Istana
Nasional

Harmoni Politik: Publik Membenarkan Penjelasan Dasco Terkait Keikhlasan Istana

Mei 21, 2026
Simak Bukti Kebijakan di Balik Swasembada & Kesejahteraan Petani
Ekonomi

Simak Bukti Kebijakan di Balik Swasembada & Kesejahteraan Petani

April 27, 2026
Rapat Paripurna DPR Hari Ini: RUU PPRT dan RUU PSdK Disahkan
Nasional

Rapat Paripurna DPR Hari Ini: RUU PPRT dan RUU PSdK Disahkan

April 21, 2026
MPR Puji Langkah Presiden Prabowo Prioritaskan MBG untuk Anak yang Membutuhkan
Nasional

MPR Puji Langkah Presiden Prabowo Prioritaskan MBG untuk Anak yang Membutuhkan

April 19, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

“Bukan Hitungan Hari, Tapi Bobot Negeri” Dasco Ajak Debat Diplomasi Naik Kelas

LHK: Stabilitas Pemerintahan Kota Kendari Tetap Terjaga di Tengah Berbagai Isu

Polemik Pernyataan Wamentan soal Petani Happy, Publik Diminta Baca Utuh Konteksnya

Yeka Hendra Fatika Ombusdman jadi Tersangka Perintangan Penyidikan Korupsi

Airlangga Pastikan Tekanan Rupiah Terkendali, Beda 2004-2014

Masyarakat Sumatera Mulai Rasakan Percepatan Pemulihan, Dasco Terus Kawal Satgas

TERPOPULER

“Bukan Hitungan Hari, Tapi Bobot Negeri” Dasco Ajak Debat Diplomasi Naik Kelas

LHK: Stabilitas Pemerintahan Kota Kendari Tetap Terjaga di Tengah Berbagai Isu

Polemik Pernyataan Wamentan soal Petani Happy, Publik Diminta Baca Utuh Konteksnya

Yeka Hendra Fatika Ombusdman jadi Tersangka Perintangan Penyidikan Korupsi

Airlangga Pastikan Tekanan Rupiah Terkendali, Beda 2004-2014

Masyarakat Sumatera Mulai Rasakan Percepatan Pemulihan, Dasco Terus Kawal Satgas

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved