Jakarta, IndonesiaVisioner-. Indonesia sebagai negara kepulauan berhadapan dengan isu-isu integrasi yang cukup krusial. Selain integrasi fisik-ekonomi, integrasi informasi dan komunikasi perlu untuk mendapat perhatian khusus mengingat hal sederhana dan tidak kasat mata ini dapat menjadi ganjalan serius bagi upaya kesatuan dan pembangunan bangsa.
Hal ini dapat amati betapa kawasan Blok Ambalat milik Indonesia yang saat ini sedang menjadi wilayah sengketa antara Indonesia dan Malaysia ternyata masyarakatnya lebih intensif mendapatkan berita-berita dan siaran Malaysia ketimbang informasi dari Indonesia TIK merupakan salah satu cercah cahaya yang dapat meningkatkan kesejahteraan dan kesatuan Bangsa.
Hal ini disampaikan oleh Firdaus Jalal Ketua Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi PB HMI saat audiensi dengan Menteri Kemenkoinfo di Kantornya di Jakarta, Kamis (29/4/2016)
“Pengguna internet di Indonesia diperkirakan mencapai lebih dari 45 juta orang. Jauh lebih besar dibanding dengan pelanggan telepon tetap, ini patut mendapat perhatian” kata Firdaus.
Sehingga, Firdaus menambahkan, Diperlukan pemahaman lebih jauh mengenai fungsi, pemanfaatan, dan dampak beragam sektor ICT agar pendayagunaannya dapat lebih optimal di masa yang akan datang.
Dari riset yang diselenggarakan, pengguna internet di Indonesia kebanyakan adalah anak- anak muda yang memiliki aktifitas social dan mobile. Penelitian dan analisis yang dilakukan menghasilkan kesimpulan bahwa setengah pengguna internet di Indonesia adalah anak- anak muda dengan rata-rata usia 20 tahuan dan kebanyakan akses internet dilakukan di warung internet dan mobile phone.
“Cukup banyak manfaat dari pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi. Termasuk Peningkatan kualitas hidup menuntut manusia untuk melakukan berbagai aktifitas yang dibutuhkan dengan mengoptimalkan sumber daya yang dimilikinya” Sambungnya
Seperti halnya di dunia nyata dimana terjadi kesenjangan sosial dan ekonomi antara si kaya dan si miskin, maka di dalam dunia teknologi informasi dikenal pula fenomena kesenjangan digital, dimana terjadi jurang yang besar antara sedikit dari mereka yang faham dan fasih menggunakan teknologi informasi, dengan mereka yang sama sekali tidak mampu dan tidak dapat menggunakan teknologi terkait. Keadaan ini tidak hanya akan berpengaruh terhadap efektivitas penggunaan teknologi informasi untuk meningkatkan kinerja pemerintah dan kualitas kehidupan masyarakat.
“Lebih jauh dapat menyebabkan terhambatnya dan tertinggalnya negara yang bersangkutan dari kemajuan negara-negara lain yang tidak memiliki kesenjangan digital” ungkapnya
Dalam demokrasi digital diharapkan terjadi sebuah lingkungan “dari, oleh, dan untuk masyarakat yang berinteraksi secara digital, dalam arti kata terdapat pemerataan di dalam pengembangan dan pemanfaatan teknologi informasi.
“Sebenarnya tujuan akhir dari konsep eGovernment ini adalah agar tercipta sebuah sistem informasi digital yang dapat menunjang terciptanya demokratisasi dalam kehidupan bernegara”
Kami akan melakukan pengawalan terhadap proses penguatan informasi dan pemanfaatan teknologi komunikasi di segmen masyarakat pedesaan yang terdistribusi di 20 provinsi yang menjadi representasi provinsi pulau terbesar seluruh Indonesia. Program ini diharapkan dapat mengatasi permasalahan Digital Divide (kesenjangan digital) dan menjamin terciptanya sebuah Digital Democracy (demokrasi digital). Ungkap Putra NTB ini. (MR. Vis)






