Jakarta, Indonesia visionser-. Semangat tiga benang merah PMKRI yakni, Kristianitas, Intelektualitas dan fraternitas akan menjadi kekuatan yang besar bagi PMKRI untuk selalu bergandengan tangan dalam melakukan perubahan dan menatap masa depan PMKRI yang lebih baik. Hal ini disampaikan ketua Presidium Pengurus Pusat PMKRI, Angelus Wake Kako dalam pidato hari jadi PMKRI yang ke 69 di aula Margasiswa I Menteng Jakarta Pusat, Rabu, 25 Mei 2016.
Menurut Angelo, optimisme tersebut bukan tanpa alasan, melainkan sudah mulai terlihat dari geliat keprihatinan alumni terhadap kaderisasi yang dilakukan di tingkat cabang.
“Pendampingan yang sering kami dapatkan dari segenap alumni, meyakinkan kami bahwa harapan akan masa depan perhimpunan yang semakin cemerlang adalah sebuah keniscayaan”, ungkap Angelo.
Selain itu Angelo menyentil soal kehilangan arah gerak PMKRI saat ini dan minimnya tingkat soliditas yang di bangun lintas generasi. Menurutnya, PMKRI masih terjebak dalam euphoria masa lalu hingga lupa menyongsong masa depan yang penuh ceria. Karena itu ia menekankan agar kekuatan soliditas lintas generasi yang disemagati oleh ketiga benang merah PMKRI mampu membawa angin segar perubahan menuju masa depan PMKRI yang lebih baik,khusunya dalam keterlibatannya bagi bangsa dan gereja.
“ PP PMKRI coba meramu sebuah strategi besar untuk kembali melakukan sinkronisasi lintas generasi dengan melibatkan kekuatan para alumni dan anggota penyatu agar kita bersama bergerak untuk menjemput mimpi-mimpi indah kita di masa yang akan datang”, demikian kata Angelo.
Sementara itu, dalam sambutannya, Bapak Jony G. Plate yang juga menjadi salah satu anggota dewan pertimbangan PMKRI, mengajak seluruh anggota PMKRI untuk mempersiapkan diri menghadapi masyarakat ekonomi asean. Menurutnya, suka atau tidak suka, Indonesia adalah salah satu negara yang masuk dalam negara ekonomi asean. Karena itu, ia mengajak agar anggota PMKRI baik yang di pusat maupun di daerah untuk mempersiapkan diri sedini mungkin dalam menghadapi masyarakat ekonomi asean.
“Saya mengajak anda semua untuk menggunaka kesempatan selama di PMKRI sebaik mungkin guna mempersiapakan diri anda untuk mengahadapi tuntutan masyarakat ekonomi asean”, ujarnya.
Di sisi lain, Romo Angga dalam kotbah nya saat memimipin perayaan ekaristi dies natalis PMKRI yang ke 69, mengajak seluruh anggota PMKRI untuk selalu engadalkan roh kudus dalam menggerakan seluruh karya dan perjuanaganya bagi gereja dan tanah air. Baginya, ketiadaan roh yang menggerakan akan membuat perjuangan tersebut tidakberarti. “Tanpa roh yang menggerakan anda dalam perjuangan anda, maka perjuanga itu akan kehilangan makna” ungkapnya.
Acara dies natalis tersebut dihadiri oleh ratusan anggota PMKRI, baik senior maupun alumni yang tergabung dari beberapa generasi. Selain itu, beberapa perwakilan dari kelompok Cipayung, seperti Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) dan bebrapa OKP yang turut ikut memeriahkan acara tersebut. (MR. Vis)






