INDONESIA VISIONER, Sidoarjo – Demonstrasi Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Koalisi Masyarakat Peduli Tata Kelola Migas (KOMPAG) Jawa Timur yang dilakukan di Alun-alun Kabupaten Sidoarjo berlangsung dengan jumlah massa “hanya” 8 orang.
Aksi yang berlangsung di sekitar Jalan raya A. Yani Sidoarjo tepatnya di depan monumen Jayandaru berlangsung singkat sekitar 25 menit. Aksi dengan sedikit massa ini kurang mendapat perhatian dari pengguna jalan.
Demonstrasi dari LSM KOMPAG yang berlangsung siang tadi (Kamis, 26 Mei 2016) ini membawa tuntutan Usir lapindo dari bumi Sidoarjo. Menurut korlap aksi KOMPAG, “pihak Lapindo selama ini tidak terbuka dan terkesan mengaku tidak memiliki produksi gas yang besar dan tidak memiliki dana untuk melakukan ganti rugi terhadap korban terdampak sehingga pemerintah pusat melalui dana APBN harus memberikan dana talangan. Kedua, besaran dana bagi hasil yang diterima oleh Pemkab. Sidoarjo sebagai daerah atas penghasil atas pengelolaan sumur blok brantas saat ini masih nihil. Tidak adanya konstribusi lapindo buat masyarakat serta dua bukti di atas yang menjadikan dasar tuntutan kami agar pihak lapindo tidak mengeksplorasi gas di Sidoarjo”.
Tuntutan demonstran yang mempertanyakan kontribusi PT Lapindo Brantas Inc. untuk masyarakat Sidoarjo dalam aksi siang tadi agaknya berlebihan, bila di cermati disekitar lokasi eksplorasi gas di lapangan Wunut dan lapangan Tanggulangin. Kondisinya tidak demikian masyarakat tidak memungkiri manfaat lapindo mengeksplorasi gas di wilayah mereka. Hal ini, di dukung oleh pernyataan kepala desa Pesawahan Kecamatan Porong Bapak Aris, sebagai salah satu desa yang wilayahnya menjadi tempat eksplorasi gas PT Lapindo Brantas Inc. ketika di wawancarai mengatakan bahwa bantuan PT Lapindo Brantas. Inc di Desa Pesawahan sangat besar manfaatnya dan hal itu sangat di rasakan warga contohnya bantuan pavingisasi hampir di semua jalan Desa Pesawahan dan bantuan pendirian sekolah Pendidikan Anak Usia Dini serta beberapa bantuan lain. Dan sampai saat ini semua bantuan tersebut benar-benar dimanfaatkan Warga desa Pesawahan.
Tidak hanya di Desa Pesawahan atau lapangan Wunut, di lapangan Tanggulangin tepatnya di Desa Kedungbanteng juga merasakan hal yang sama. Masyarakat merasakan manfaat keberadaan eksplorasi PT Lapindo Brantas Inc. Seperti yang di utarakan oleh Bapak Sukhatib Perangkat Desa Kedungbanteng Kecamatan Tanggulangin sebagai salah satu tokoh masyarakat di Desa Kedungbanteng, Bapak Sukhatib ketika di wawancarai menyampaikan masyarakat di Desa Kedungbanteng tidak memungkiri bantuan dari pihak PT Lapindo Brantas Inc. untuk desa ini sangatlah besar mulai dari bantuan keagamaan, bantuan sosial, dan bantuan lainnya. Masyarakat merasakan langsung dampak positif dari kegiatan eksplorasi gas PT Lapindo Brantas Inc. di wilayah kami.
Bupati Sidoarjo sendiri memberikan pernyataan eksplorasi gas di Sidoarjo memang harus di lakukan untuk kesejahteraan masyarakat. Salah, kalau selama ini PT Lapindo Brantas Inc. tidak berkontribusi pada masyarakat. Melalui dana CSR nya PT Lapindo Brantas Inc sudah melakukan beberapa programnya untuk kesejahteraan masyarakat. (Hdr-VIS)






