Visioner.id Jakarta-Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wapres Jusuf Kalla mengumumkan menteri-menteri barunya hasil perombakan kabinet kedua di teras belakang Istana Merdeka Jakarta, Rabu (27/7)
Azhar Kahfi, Direktur Umum Indonesia Visioner meyakini Presiden Joko Widodo telah membuat keputusan tepat terkait perombakan kabinet. Dengan begitu akan ada harapan sektor ekonomi di Kabinet Kerja sekarang bisa mempercepat pertumbuhan ekonomi Indonesia.
“Susunan kabinet reshuffle kedua ini adalah evaluasi politik dan evaluasi kabinet dalam kordinasi dukungan kinerja pemerintahan,” ujar Kahfi di Jakarta, Rabu(27/7).
Kahfi melihat pertimbangan presiden dipengaruhi oleh dinamika politik di sekitar Jokowi, ini pilihan presiden. Presiden melakukan evaluasi kinerja memilih orang dan mempertimbangkan dukungan partai.
“Resuffle juga berlangsung di tengah banyaknya evaluasi menteri, banyak keluhan terhadap sejumlah menteri. Ada kegaduhan di sejumlah menteri, itu membuat beberapa kinerja kabinet terganggu. Saya kira itu momentum yang tepat,” jelas Kahfi.
Dalam perombakan kabinet kedua ini, PKB kehilangan Marwan Djafar, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal. Namun pos kementerian itu diberikan kepada kader PKB lainnya yakni Eko Putro Sandjojo. Eko menjabat sebagai Presiden Direktur PT Sierrad Produce sejak September 2009. Pada masa awal kepemimpinan Jokowi, dia menjadi perwakilan PKB dalam tim transisi pemerintahan.
Presiden Joko Widodo telah mengumumkan nama-nama baru yang masuk dalam kabinetnya. Beberapa nama seperti Ignasius Jonan, Sudirman Said, dan Rizal Ramli keluar dari susunan kabinet. Sebelumnya dikabarkan, perombakan kabinet jilid II ini juga dipengaruhi merapatnya Golkar dan PAN ke pemerintahan.
Dua kader Golkar, Airlangga Hartanto dan Enggartiasto Lukita masuk dalam jajaran menteri. Airlangga mendapat kursi Menteri Perindustrian menggantikan Saleh Husin dari PAN yang kali ini dikeluarkan dari kabinet. Sementara Enggartiasto menggantikan Thomas Lembong sebagai Menteri Perdagangan.
Sementara itu, Hanura kali ini kehilangan dua menterinya. Yuddy Chrisnandi sebagai Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi digantikan oleh politisi PAN, Asman Abnur. Jokowi menempatkan Ketua Umum Hanura Wiranto sebagai Menteri Kordinator Politik Hukum dan Kemanan menggantikan Luhut Panjaitan yang menjadi Menko Maritim. Luhut menggantikan Rizal Ramli.
Perombakan kabinet jilid II diyakini akan didukung masyarakat dan partai politik pemerintah.






