Visioner.id Jakarta- Masyarakat dikampung jering/cilamaya desa bakauheni lampung selatan yang beberapa pekan lalu sempat melakukan aksi kubur diri dilokasi proyek pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) KM 5 yang mereka yakini milik mereka kini kembali melakukan aksi memblokade dan melarang dilanjutkannya pekerjaan dilokasi mereka tersebut.
Aksi blokade ini terjadi akibat kecewanya mereka karena merasa di bohongi oleh pemerintah terkait yang sempat menjajikan mereka ingin menyelesaikan pembayaran di H+20 lebaran namun sampai saat ini belum juga ada kabar baik yang mereka dapatkan.
“Aksi menguasai lahan dan plaster mulut ini kita
lakukan karna kita merasa kecewa dengan janji-janji palsu yang sempat diberikan ke kami dirumah dinas pak bupati yang dihadiri juga oleh bapak sugiarto dari BPN, dan bapak sahrial dari Kemen PU, camat serta lurah yang katanya mau menyelesaikan masalah kami di H+20 setelah lebaran makanya ketika itu kita menyudahi aksi kubur diri ketika itu.” Pungkas Yono kordinator aksi dari masyarakat di Lampung, Rabu (27/7).
Jalan tol trans sumatera yang katanya kemarin sempat dijadika jalan alternatif untuk para pemudik memang menjadi salah satu proyek unggulan pak presiden jokowi yang ditargetkan akan di selesaikan di tahun 2018 rupanya masih menyimpan masalah yang terselip pada proses pembebasan tanahnya. (Vis/jo)






