Yogyakarta,IndonesiaVisioner.-Bahwa idaman kita tentang pemberian kesejahteraan baik segi ekonomi maupun kedaulatan tidak boleh tercederai dengan kebijakan yang tidak berpihak pada rakyat. Kebijakan presiden untuk menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi (Pertalite, Pertamax, Pertamax Turbo, Solar, dan Pertamina Dex) serta kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) serta rencana pemerintah menaikkan harga LPG 3 Kg menjadi 30.000 per-Maret 2017, hal ini sangat membebani masyarakat dan akan berdampak pada berbagai persoalan ekonomi, hal yang paling signifikan dalam sektor kebutuhan pokok sehari hari.
Hal ini disampaikan oleh Rahmad Bala, Ketua Asosiasi Mahasiswa Pasca Sarjana Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta melalui pesan singkatnya kepada media Visioner.Id. Rabu, (11/1/2017)
Rahmad menambahkan, Selain berdampak pada kebutuhan pokok, permasalahan ini juga dapat menyebabkan meningkatnya biaya operasional pendidikan sehingga dapat menimbulkan semakin banyaknya generasi bangsa yang tidak bisa mengakses pendidikan tinggi. Pemerintah yang diberikan mandat mestinya mampu mensejahaterakan masyarakat dengan cara menyelesaikan masalah-masalah ini.
“Mandat rakyat harus berefek pada rakyat, ini logika demokrasi umum yang jarang dipraktekkan oleh hampir semua pejabat di negeri ini” tegas mahasiswa pasca jurusan manejemen pendidikan ini
Saat semua fungsi-fungsi Legislatif sudah tidak berjalan sebagaimana mestinya, mahasiswa punya tanggungjawab moril untuk memperjuangkan kepentigan rakyat dan bangsanya. Sebab negeri ini punya sejarah panjang tentang perjuangan mahasiswa dalam memberikan masukan kepada pengambil kebijakan, baik itu dalam bentuk aksi jalanan atau tatap muka. Dengan alasan inilah mahasiswa-mahasiswa Indonesia dari hampir seluruh Indonesia akan melakukan aksi serentak besok (12/1/2017)
“demonstrasi harus dimaknai sebagai bahagian dari perwujudan berdemokrasi, bukan hanya itu, demo juga bahagian dari pengambilalihan fungsi wakil-wakil rakyat yang telah dipilih dengan biaya negara yang begitu besar” tambah mantan Aktivis HMI Kupang ini
Rahmad juga menambahkan, secara peribadi dan mewakili Asosiasi Mahasiswa Pasca Sarjana UAD sangat mendukung adanya rencana demo besar-besaran yang dilakukan besok (12/1/2017). Rahmat juga mengatakan, semangat mahasiswa untuk merubah bangsanya jangan dianggap sebagai musuh, mereka adalah pewaris sah bangsa ini yang sedang melakukan sesuatu untuk bangsanya esok
“presiden harus jadikan demo besok sebagai momentum untuk mengevaluasi semua kebijakannya yang tidak pro terhadap kepentigan rakyat banyak” tegas putra Alor NTT ini (VIS.AK)






