Jakarta- Aksi mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Jakarta turun ke jalan. Mereka menyuarakan penegakan hukum berkeadilan terhadap pembubaran organisasi masyarakat islam (baca: HTI) yang diduga anti pancasila oleh pemerintah melalui menteri Polhukam Jend Purn. Wiranto, Senin (98/5) Jakarta.
Koordinator Aksi HMI Jakarta, Randi mengatakan, aksi demo ini adalah untuk menyikapi adanya bentuk penyelewengan hukum terhadap salah satu ormas islam tanpa peradilan.
Dalam orasinya mereka meminta dengan tegas kepada Presiden RI, Joko Widodo agar menjadi pemimpin yang tegas, adil dan bijaksana bagi masyarakat Indonesia dengan tidak mengebiri hukum, karena Indonesia negara hukum.
HMI Jakarta meminta kepada seluruh masyarakat untuk tetap bersikap tenang dan menjaga kondusifitas serta tak terprovokasi yang melebar kepada konflik sosial, suku, agama yang dapat mengganggu keutuhan NKRI. “Kami hanya menyampaikan aspirasi, tak ada yang sifatnya anarkis yang dapat mengganggu keutuhan NKRI,” tambah Randi di Jakarta, Selasa (9/5)
Pemerintah diharapkan taat hukum dan aturan, tidak kembali ke gaya otoriter.
“Kami meminta dengan tegas, bahwa membubarkan ormas juga telah diatur dalam undang-undang 17 tahun 2013 tentang Ormas, maka pemerintah jangan sewenang-wenang terhadap tafsir hukum” tegas randi dalam orasinya.
Pembubaran ormas yang hanya dengan pengumuman Menko Polhukam tersebut harus dipenuhi dulu sesuai undang-undang,” terang Randi.
Aksi HMI Jakarta berjalan dengan damai, meski beberapa titik macet di jalan Cikini raya. (Ad/Vis)






