Visioner.id, Jawa Timur – Refleksi akhir tahun kepemimpinan Bapak Jokowi tentu bisa dikatakan banyak hal yang kurang memberikan kegembiraan/kebahagiaan kepada masyarakat Indonesia. Bisa kita katakan masalah kesenjangan sosial dan ekonomi patut harus menjadi fokus pembahasan pemerintah kedepan tentang hal ini. Pada hari Kamis, (20/12/2018).
“Akhir tahun bapak Jokowi memimpin Negara yang kualitasnya bukan main tentu harus menjadi akhir tahun yang menggembirakan, akan tetapi akhir tahun dengan sebuah realita yang terlihat banyak polemik yang sampai saat ini tidak dapat teratasi dengan maksimal. Ambil contoh tentang HAM, penegakan hukum, TKA, stabilitas ekonomi tentu ini adalah hal yang patut menjadi PR pemerintah hari ini serta kedepan bersama pemudanya“. Ungkap Muh. Rheza Aditya yang sebagai Kabid Kesejahteraan Sosial dan Ekonomi Mathlaul Anwar Jawa Timur.
Dalam bidang ekonomi pemerintah kurang jujur akui adanya kesenjangan. Tampak kesenjangan sering dialihkan ke isu jangka yang sepantasnya tidak harus didengar oleh telinga masyarakat Indonensia. Kondisi sosial ekonomi kita masih jauh dari kata bahagia. Padahal ini berpengaruh sekali pada kehidupan sosial yang kemudian muncul isu-isu soal intoleran. Padahal itu istilah yang dipolitisasi. Pancasila sila ke lima telah menerangkan hal itu. “Kami rasa seluruh pemerintah hari ini khususnya bapak Jokowi tercinta kami yakin paham akan hal itu“. Imbuhnya.
Muh. Rheza Aditya selaku Kabid Kesejahteraan Sosial dan Ekonomi Mathlaul Anwar Jawa Timur mengharapkan janji-janji kemanusian yang dulu dikampanyekan oleh Pak Jokowi harapannya mampu direalisasikan. Pondasi civil society harus diperkuat agar kemudian kelangsungan dalam berkehidupan sosial ikut serta dalam mematangkan perekonomian hari ini. Menaburkan nilai-nilai kemanusiaan seperti saling menghormati ataupun menghargai dalam berkehidupan bernegara adalah sebuah konsep kuat dalam mencapai revolusi mental. Tambahnya.
Selanjutnya Ketua Generasi Muda Mathlaul Anwar Jawa Timur Fahmi Ismail Mengatakan Tahun ini sebagai momentum Pergantian tahun sekaligus merupakan detik kontestasi 5 tahunan namun hal ini kita harus peka dalam melihat kondisi perekonomian yang kurang stabil menjelang akhir tahun ini.
“Kami akan mengkaji isu-isu ekonomi yang terjadi beberapa tahun terakhir ini karena dari sudut pandang mahasiswa, kami melihat bahwa ekonomi indonesia sekarang tidak stabil dilihat dari melemahnya rupiah, bertambahnya hutang luar negeri, melonjaknya angka Tenaga Kerja Asing dan banyak lagi persoalan ekonomi indonesia yang perlu di evaluasi“. Tegasnya Fahmi.
Lanjutnya kami akan melakukan pembacaan dan menyatakan sikap untuk melihat persoalan ekonomi indonesia yang terjadi, dan akan menyampaikan aspirasi ini. Tutur pria yang akrap disapa Fahmi ini. (Team).






