
Jakarta, 8 Juli 2025 – Kaukus Muda Indonesia (KMI) mengeluarkan pernyataan tegas terkait posisi Kapolri saat ini. Menurut KMI, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo layak dipertahankan hingga masa jabatannya selesai karena sejumlah capaian konkret yang dapat diukur melalui data dan survei publik.
Berdasarkan survei Litbang Kompas Juni 2024, kepercayaan publik terhadap Polri berada di level tinggi, yaitu 73,1%. Di bawah kepemimpinan Kapolri Sigit, Polri juga menerima penghargaan Pelayanan Prima dari Kemenpan‑RB, melalui kategori SSDM, serta pengakuan DPR atas keberhasilan pemberantasan premanisme. Selain itu, institusi lalu lintas (Polantas) mengalami peningkatan siginifikan dalam kepercayaan publik menurut Rakernis Korps Lalu Lintas June 2025.
“KMI menilai keberlanjutan kebijakan ‘Presisi’ yang berfokus pada profesionalisme, transparansi, dan akuntabilitas tidak bisa dipertaruhkan. Melihat data lapangan dan penghargaan konkret, kami mendukung Kapolri Sigit lanjutkan kepemimpinan hingga masa baktinya berakhir,” ujar Ketua KMI, Edi Homaidi.
Menyinggung posisi Wakapolri, KMI mendorong agar pengisi jabatan tersebut ditetapkan berdasarkan analisis kompetensi, rekam jejak, dan pengalaman institusi. Salah satu kandidat yang mendapatkan perhatian adalah Komjen Pol. Syahar Diantono, lulusan Akpol 1991 dan Kepala Badan Intelijen dan Keamanan Polri sejak Juni 2024. Jejak karirnya meliputi jabatan strategis seperti Kadiv Propam dan Wakabareskrim, yang menurut KMI menandakan kapabilitas dalam penegakan etik internal dan pengawasan hukum institusi.
“Kami mendorong proses seleksi Wakapolri dilakukan secara transparan dengan melibatkan studi akademis, survei publik, dan kajian kelembagaan. Komjen Syahar adalah sosok berpengalaman yang memenuhi kriteria teknis tersebut, namun bukan lamaran formal—melainkan berdasarkan data kinerja dan integritas,” jelas Edi Homaidi.
KMI juga menyerukan evaluasi menyeluruh atas struktur top leadership Polri, agar menjamin kesinambungan reformasi internal sekaligus mengokohkan dukungan publik. “Siapa pun yang menjadi Wakapolri diharapkan bisa melengkapi visi reformasi, bukan sekadar simbolis,” tutupnya.





