Jakarta – Malam puncak Hoegeng Awards 2026 telah usai. Lima nama polisi teladan dari berbagai penjuru Indonesia menerima penghargaan langsung dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di The Tribrata Darmawangsa, Jumat (31/7) malam. Acara ini bukan sekadar seremoni, melainkan pernyataan bahwa Polri ingin dilihat dengan cara yang berbeda.
Kombes Norul Hidayat meraih Polisi Berintegritas, Brigadir Renita Rismayanti sebagai Polisi Inovatif, Kombes Eko Budhi Purwono untuk Polisi Berdedikasi, AKP Siti Elminawati sebagai Polisi Pelindung Perempuan dan Anak, serta Iptu Motalip Litiloly untuk kategori Polisi Tapal Batas dan Pedalaman. Mereka adalah simbol dari ribuan anggota Polri yang bekerja dalam senyap, jauh dari sorotan media.
“Saya sangat bangga kepada para pemenang dan seluruh nomine yang telah menunjukkan dedikasi luar biasa,” ujar Kapolri. “Semangat keteladanan Hoegeng harus terus menyala dan menginspirasi seluruh jajaran Polri. Penghargaan ini adalah bukti bahwa kerja keras dan integritas selalu mendapat tempat di hati publik.”
Acara ini juga dihadiri Chairman CT Corp Chairul Tanjung, Jaksa Agung ST Burhanuddin, serta deretan menteri Kabinet Merah Putih. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa apresiasi terhadap polisi berintegritas adalah urusan bersama, melintasi sektor dan kepentingan.
Dewan Pakar Hoegeng Awards yang juga Wakil Ketua Komnas HAM, Putu Elvina, menekankan pentingnya peran polisi dalam melindungi kelompok rentan. Data BPS menunjukkan sekitar 8,5 persen penduduk Indonesia adalah penyandang disabilitas, 10-12 persen lansia, dan sekitar 30 persen perempuan dan anak, yang memerlukan perlindungan khusus. “Tantangan perlindungan terhadap kelompok rentan semakin besar seiring meningkatnya kejahatan seperti kekerasan seksual, perdagangan orang, dan eksploitasi,” tegas Putu Elvina.
Jaringan Aktivis Nusantara (JAN) mengapresiasi penyelenggaraan Hoegeng Awards 2026. Ketua JAN, Romadhon Jasn, menilai penghargaan ini menjadi penguat budaya integritas di tubuh Polri sekaligus menjawab kebutuhan publik akan aparat yang humanis dan profesional.
“Kami mengapresiasi Hoegeng Awards sebagai bentuk komitmen Polri menjaga integritas dan kepercayaan publik. Penghargaan ini mengingatkan bahwa polisi yang jujur dan berdedikasi layak mendapat tempat istimewa. Kami juga mengapresiasi keterlibatan dewan pakar multi-sektor yang menjamin proses seleksi berjalan objektif dan transparan,” ujar Romadhon, dalam pernyataannya, Sabtu (1/8/2026).
Proses seleksi berlangsung ketat dan transparan. Sejak Januari hingga April 2026, masyarakat mengirimkan lebih dari 9.000 usulan nama. Nama-nama yang lolos diverifikasi oleh dewan pakar yang terdiri dari Mantan Plt Pimpinan KPK Mas Achmad Santosa, Anggota Kompolnas Gufron Mabruri, Koordinator Nasional Jaringan Gusdurian Alissa Qotrunnada Wahid, Wakil Ketua Komnas HAM Putu Elvina, dan Ketua Komisi III DPR Habiburokhman. Mereka menilai dari prosedur kepolisian, dampak sosial, dan etika.
“Kami percaya dewan pakar multi-sektor dapat menjaga kredibilitas seleksi. Tokoh-tokoh yang terlibat memiliki rekam jejak integritas yang teruji. Ini menjamin bahwa penghargaan jatuh kepada sosok yang benar-benar pantas dan menjadi teladan,” ujar Romadhon.
Hoegeng Awards 2026 berhasil menampilkan narasi positif tentang Polri yang humanis dan dekat dengan masyarakat. Di saat publik kerap disuguhi berbagai persoalan, malam penghargaan ini menjadi oase yang mengingatkan bahwa masih ada banyak polisi yang bekerja dengan hati. “Kami berharap Hoegeng Awards menjadi penguat budaya integritas di tubuh Polri. Kepercayaan rakyat adalah fondasi utama pengabdian Polri. Penghargaan ini adalah langkah konkret menjaga kepercayaan itu,” pungkas Romadhon.






